Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Lamsel jadi Pilot Project Nasional, Vaksin Zero Dose Capai 99,9 Persen

Lamsel jadi Pilot Project Nasional, Vaksin Zero Dose Capai 99,9 Persen
ilustrasi imunisasi (unsplash.com/CDC)
Intinya Sih
  • Lampung Selatan sukses mencapai 99,9% target imunisasi Zero Dose dari hampir 5.000 anak, menjadikannya pilot project nasional dengan capaian tertinggi di Indonesia.
  • Pemerintah daerah menerapkan strategi jemput bola lewat 28 puskesmas dan kolaborasi lintas sektor agar semua anak mendapat akses imunisasi tanpa terkecuali.
  • Monitoring dilakukan untuk memastikan edukasi imunisasi sampai ke tingkat keluarga, sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi dalam menekan angka anak zero dose secara berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lampung Selatan, IDN Times - Kabupaten Lampung Selatan nyaris menuntaskan “pekerjaan rumah” besar dalam program Imunisasi Zero Dose 2026. Dari target hampir 5.000 anak, daerah ini berhasil mengejar imunisasi untuk 4.626 anak atau setara 99,9 persen.

Itu menjadikannya salah satu capaian tertinggi di Indonesia sekaligus menguatkan posisi Lampung Selatan sebagai pilot project nasional.

Capaian tersebut disampaikan dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Imunisasi Zero Dose yang digelar di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan.

Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari menyebut, capaian Lampung Selatan menjadi bukti kerja lapangan yang tidak main-main.

1. Imunisasi bukan sekadar program pemerintah

ilustrasi imunisasi (unsplash.com/CDC)
ilustrasi imunisasi (unsplash.com/CDC)

Wulan mengatakan, berdasarkan data per 11 Mei 2026, Lampung Selatan hampir menuntaskan seluruh target imunisasi anak zero dose yang tercatat dalam aplikasi Sehat Indonesia. Menurutnya, kerja besar ini belum boleh berhenti di angka statistik.

Edukasi harus terus dilakukan agar masyarakat memahami imunisasi bukan sekadar program pemerintah, melainkan hak dasar anak yang wajib dipenuhi demi tumbuh kembang yang optimal.

“Ini adalah hasil totalitas seluruh tim di lapangan. Meski capaian sudah sangat tinggi, tantangan berikutnya adalah mengedukasi orang tua yang masih ragu karena faktor sosial, agama, maupun kekhawatiran terhadap efek samping pascaimunisasi,” ujarnya.

Untuk itu, Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk hadir langsung di tengah masyarakat, guna memastikan tidak ada keluarga yang tertinggal informasi maupun akses layanan imunisasi.

2. Pakai strategi jemput bola agar anak-anak mendapat imunisasi

ilustrasi imunisasi (pexels.com/CDC)
ilustrasi imunisasi (pexels.com/CDC)

Sekda Pemkab Lampung Selatan Supriyanto menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam menyukseskan program nasional tersebut. Ia menjelaskan, pelayanan dilakukan secara masif melalui 28 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Lampung Selatan, dengan strategi jemput bola agar anak-anak yang belum terjangkau bisa segera dilayani.

“Lampung Selatan bangga dipercaya menjadi pilot project. Kami melakukan jemput bola melalui kolaborasi lintas sektor antara tenaga kesehatan, kader PKK, hingga pemerintah desa. Kami ingin memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal, karena anak sehat adalah fondasi generasi unggul,” kata Supriyanto.

3. Pastikan edukasi imunisasi berjalan sampai tingkat keluarga

ilustrasi imunisasi anak (freepik.com/freepik)
ilustrasi imunisasi anak (freepik.com/freepik)

Staf Ahli TP PKK Pusat, Yane Ardian Arya Bima menilai monitoring ini menjadi kunci untuk memastikan edukasi imunisasi benar-benar berjalan sampai tingkat keluarga. Menurutnya, sinergi lintas sektor yang dibangun Lampung Selatan layak dijadikan contoh bagi daerah lain dalam upaya menekan angka anak zero dose di Indonesia.

Rangkaian kegiatan kemudian berakhir dengan peninjauan vaksinasi anak di Lapangan Korpri, Kalianda. Seluruh pihak berkomitmen melanjutkan pendekatan personal kepada keluarga yang belum bersedia memberikan imunisasi, agar seluruh anak di Bumi Khagom Mufakat mendapatkan perlindungan kesehatan jangka panjang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More