Puluhan Rumah Pesisir Tanggamus Terdampak Banjir Rob, Fasum Ikut Rusak

- Banjir rob di pesisir Pantai Kota Agung, Tanggamus, Lampung merendam puluhan rumah warga dan fasilitas umum.
- Genangan air laut mencapai 20 sentimeter mengganggu aktivitas ekonomi nelayan dan pedagang ikan di sekitar pelabuhan.
- Fasilitas umum seperti tanggul laut patah dan anjlok akibat kuatnya gelombang air laut. Koordinasi dilakukan untuk pendataan kerusakan dan mitigasi ke depan.
Tanggamus, IDN Times - Puluhan rumah warga di pesisir Pantai Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung terdampak banjir rob. Fenomena gelombang pasang air laut ini turut menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas umum.
Kasi Humas Polres Tanggamus, AKP M Yusuf mengatakan, banjir rob terjadi mengakibatkan genangan air laut di sejumlah titik, termasuk Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan Dermaga Kota Agung.
"Gelombang laut sempat menggenangi area TPI dan dermaga, membawa serta material berupa pasir dan krokos (tanah lumpur) yang mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan,” ujarnya dikonfirmasi, Jumat (30/5/2025).
1. Rendaman air laut mencapai 20 sentimeter

Berdasarkan identifikasi petugas kepolisian dan BPBD Tanggamus, Yusuf mengungkapkan, kondisi banjir rob kali ini cukup mengganggu aktivitas ekonomi warga yang mayoritas bermata pencarian sebagai nelayan dan pedagang ikan.
Lebih lanjut, hasil pendataan tercatat sedikitnya sekitar 20 rumah warga di Kelurahan Kapuran, Kecamatan Kota Agung turut terdampak banjir pesisir tersebut.
"Rumah-rumah tersebut terendam air laut dengan ketinggian mencapai sekitar 20 sentimeter," ungkap Kasi Humas.
2. Imbau warga terus waspada

Meski terkini genangan telah surut, Yusuf melanjutkan, warga pemukiman setempat sempat mengalami kepanikan saat terjadi gelombang tinggi terjadi pada Jumat (30/5/2025) pagi hari. Bukan hanya rumah warga, fasilitas umum seperti tanggul laut sepanjang kurang lebih 20 meter mengalami patah dan anjlok akibat kuatnya gelombang air laut.
Oleh karenanya, kepolisian terus berkoordinasi dengan pihak terkait seperti BPBD, pemerintah kecamatan, serta perangkat desa dan kelurahan setempat untuk melakukan pendataan kerusakan, memberikan bantuan darurat, dan menyiapkan langkah mitigasi ke depan.
“Kami imbau untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di wilayah pesisir. Kami juga terus memonitor perkembangan cuaca dan akan menyampaikan peringatan dini jika ada potensi gelombang tinggi susulan,” serunya.
3. Warga akui rumah rusak parah

Salah satu warga terdampak banjir rob cukup parah ialah Susilawati (45), warga RT 16 Kelurahan Pasar Madang, Kecamatan Kota Agung mengaku bagian dapur dan kamar mandi rumahnya rusak parah, bahkan terbawa ombak.
Menurutnya, kerusakan ini terjadi secara tiba-tiba saat gelombang pasang mencapai titik tertinggi. Dikatakan, kondisi banjir rob semacam ini bukan kejadian pertama, namun kali ini dampaknya lebih luas dari biasanya.
“Banyak warga yang terpaksa memindahkan barang-barang ke tempat lebih tinggi untuk menghindari kerusakan," katanya.