Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mudik ke Bogor, Bentor Rumah Gadang Asal Padang Lebaran di Jalan
Jefri pemudik yang menggunakan bentor dengan ornamen Rumah Gadang. (IDN Times/istimewa)
  • Sebuah bentor berhias ornamen rumah gadang milik Jefri asal Padang Pariaman menarik perhatian pemudik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.
  • Jefri menempuh perjalanan ratusan kilometer menuju Bogor bersama keluarganya, namun terhambat hujan di beberapa wilayah sehingga gagal tiba sesuai target malam takbiran.
  • Akibat keterlambatan, Jefri dan keluarganya merayakan Idulfitri di perjalanan sambil tetap melaksanakan salat Id sebelum melanjutkan perjalanan ke Bogor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada Pak Jefri dari Padang naik bentor yang dihias seperti rumah gadang. Bentornya lucu karena atapnya mirip rumah Minang dari bungkus kopi. Ia pergi jauh ke Bogor sama keluarganya buat lebaran. Tapi hujan terus di jalan, jadi mereka telat dan salat Idulfitri di jalan sebelum lanjut lagi ke Bogor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Selatan, IDN Times — Arus mudik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, diwarnai pemandangan unik dari satu bentor dihiasi ornamen menyerupai rumah gadang.

Kendaraan tersebut langsung menarik perhatian para pemudik yang melintas karena tampilannya yang berbeda dari kendaraan lainnya.

Bentor itu ternyata ditumpangi Jefri (44), pemudik asal Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Ia menempuh perjalanan ratusan kilometer bersama empat anggota keluarganya menuju Bogor, Jawa Barat.

1. Tunjukan identitas

Jefri pemudik yang menggunakan bentor dengan ornamen Rumah Gadang. (IDN Times/istimewa)

Ornamen rumah gadang di bagian atas bentor dibuat dari rangkaian bekas bungkus kopi yang disusun menyerupai bentuk rumah adat Minangkabau dengan atap melengkung khas.

Hiasan tersebut sengaja dibuat Jefri sebagai simbol identitas dirinya sebagai orang Minangkabau.

“Saya orang Padang, biar tahu semua dunia kalau saya orang Minang,” kata Jefri saat di Pelabuhan Bakauheni, Rabu (25/3/2026).

2. Tidak sesuai target

Jefri pemudik yang menggunakan bentor dengan ornamen Rumah Gadang. (IDN Times/istimewa)

Jefri mengaku perjalanan mudik dimulai dari kampung halamannya di Padang Pariaman. Awalnya, ia menargetkan bisa tiba di Bogor pada malam takbiran agar dapat merayakan lebaran bersama keluarga.

Namun perjalanan mereka tidak berjalan mulus. Cuaca hujan yang terjadi di sejumlah wilayah membuat perjalanan mereka melambat.

“Target sampai Bogor itu malam takbir, tapi rupanya kejebak hujan terus. Di Sumatra Barat, Sumatra Selatan sampai Lampung juga,” ujarnya.

3. Rayakan lebaran di jalan

Mudik Sepeda Motor di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan. (IDN Times/Muhaimin)

Tidak lancarnya dalam perjalanan Jefri dan keluarganya harus merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di tengah perjalanan.

Meski begitu, ia tetap menjalankan ibadah salat Idulfitri meski berada di perjalanan. “Iya di jalan, salat juga di jalan,” tambahnya.

Setelah menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pulau Jawa, Jefri memastikan perjalanan bersama keluarganya akan tetap dilanjutkan hingga sampai ke Bogor.

"Walaupun tidak sesuai target, tapi kami sekeluarga tetap berangkat ke Bogor," tuturnya.

Editorial Team