Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Juli 2026 Lampung Alami Deflasi 0,49 Persen, Apa Pemicunya?

Bandar Lampung
Juli 2026 Lampung Alami Deflasi 0,49 Persen, Apa Pemicunya?
Bawang Merah di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung. (IDN Times/Muhaimin)
Intinya Sih
  • Lampung mengalami deflasi bulanan 0,49 persen pada Juli 2026, terutama dipicu kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang turun 1,73 persen.
  • Bawang merah, cabai merah, daging ayam ras, telur ayam ras, dan tomat menjadi penyumbang deflasi utama; sementara bensin dan beras mendorong inflasi.
  • Inflasi tahunan Lampung tercatat 1,76 persen, turun dari Juni; seluruh daerah cakupan IHK deflasi bulanan, terdalam di Lampung Timur sebesar 1,06 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Provinsi Lampung tercatat mengalami deflasi 0,49 persen periode Juli 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat, bila dirinci menurut kelompok pengeluaran, deflasi terdalam secara bulanan terjadi pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 1,73 persen.

"Presentase itu sekaligus memberikan andil deflasi terbesar terhadap deflasi umum, yaitu 0,59 persen," kata Pranata Komputer Ahli Madya BPS Provinsi Lampung, Hermawan Prasetyo dalam keterangan resmi secara virtual di YouTube BPS Lampung, Senin (3/8/2026).

1. Komoditas penyumbang deflasi

Hermawan mengatakan, meski kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau deflasi, di sisi lain, beberapa kelompok masih mengalami inflasi. Kelompok tersebut, antara lain Transportasi sebesar 0,54 persen dengan andil 0,06 persen; Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan (0,43 persen) dengan andil 0,03 persen; serta Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga (0,39) persen dengan andil 0,02 persen.

Sedangkan lima komoditas utama yang memberikan andil inflasi secara bulanan pada Juli 2026 adalah bensin sebesar 0,09 persen, beras (0,07 persen), telepon seluler (0,02 persen), daging sapi (0,01 persen), dan nugget (0,01 persen).

Sebaliknya, komoditas yang menjadi penyumbang utama deflasi adalah bawang merah dengan andil -0,23 persen, diikuti cabai merah (-0,13 persen), daging ayam ras (-0,07 persen), telur ayam ras (-0,07 persen), dan tomat (-0,05 persen).

2. Inflasi tahunan, Juli 2026 diangka 1,76 persen

Ilustrasi inflasi (Foto: IDN Times)
Ilustrasi inflasi (Foto: IDN Times)

Hermawan menyampaikan, jika dilihat secara tahunan (y-on-y), Provinsi Lampung mencatatkan inflasi sebesar 1,76 persen pada Juli 2026 dibandingkan Juli 2025. Capaian inflasi tahunan ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu Juni 2026 sebesar 2,46 persen, dan juga lebih rendah dibandingkan kondisi Juli 2025 yang mencapai 2,63 persen.

"Jika dirinci berdasarkan kelompok pengeluaran, kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya mengalami inflasi tahunan tertinggi sebesar 9,94 persen dengan andil 0,63 persen," ujarnya.

Namun demikian, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau tetap menjadi penyumbang andil terbesar terhadap inflasi tahunan, yaitu 1,00 persen dengan tingkat inflasi 2,98 persen. Di sisi lain, kelompok Pendidikan mengalami deflasi terdalam secara tahunan sebesar 18,05 persen dengan andil deflasi 1,19 persen.

Secara komoditas, lima penyumbang andil inflasi tahunan terbesar pada Juli 2026 adalah emas perhiasan (0,39 persen), bensin (0,30 persen), beras (0,19 persen), minyak goreng (0,18 persen), dan daging ayam ras (0,14 persen). Adapun lima komoditas yang menahan laju inflasi tahunan adalah tarif Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan andil deflasi -0,84 persen, Sekolah Menengah Pertama (SMP) (-0,39 persen), bawang merah (-0,20 persen), tomat (-0,12 persen), dan telur ayam ras (-0,12 persen).

3. Lampung Timur deflasi terdalam

Ilustrasi Deflasi (IDN Times)
Ilustrasi Deflasi (IDN Times)

BPS Provinsi Lampung juga memantau perkembangan inflasi di empat kabupaten/kota cakupan IHK. Pada Juli 2026, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kabupaten Mesuji sebesar 2,81 persen (IHK 116,89), disusul Kota Metro sebesar 2,48 persen (IHK 110,44), Kota Bandar Lampung sebesar 1,74 persen (IHK 110,43), dan inflasi tahunan terendah terjadi di Kabupaten Lampung Timur sebesar 1,45 persen (IHK 114,36).

Secara bulanan, seluruh daerah cakupan mengalami deflasi, dengan deflasi terdalam terjadi di Kabupaten Lampung Timur sebesar 1,06 persen. Sedangkan deflasi paling rendah terjadi di Kota Bandar Lampung sebesar 0,25 persen.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More