Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Siaga Ancaman Kemarau di Balam, PDAM Way Rilau Siagakan Mobil Tangki

Bandar Lampung
Siaga Ancaman Kemarau di Balam, PDAM Way Rilau Siagakan Mobil Tangki
ilustrasi kemarau (unsplash.com/Fiona Smallwood)
Intinya Sih
  • Perumda Way Rilau menyiagakan mobil tangki untuk memasok air bersih jika debit air baku menyusut selama puncak kemarau Agustus-September 2026.
  • Warga yang membutuhkan air bersih dapat mengajukan permohonan melalui ketua RT atau kelurahan agar distribusi diprioritaskan ke wilayah terdampak.
  • Penurunan debit air baku baru 17 persen, sehingga jam alir belum diterapkan; masyarakat diimbau menghemat air meski instalasi masih beroperasi normal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times – Perumda Air Minum Way Rilau mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diprediksi terjadi pada puncak musim kemarau Agustus-September 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perumda Air Minum Way Rilau, Nopirina mengatakan salah satu upaya yang dilakukan ialah menyiagakan armada mobil tangki untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi jika kondisi memburuk.

"Mobil tangki akan diterjunkan untuk menyuplai air bersih kepada pelanggan maupun masyarakat apabila terjadi penurunan pasokan akibat menyusutnya debit air baku," katanya, Selasa (4/8/2026).

1. Warga bisa mengajukan bantuan air bersih

ilustrasi menelpon
ilustrasi menelpon (unsplash.com/freestocks)

Nopirina menjelaskan, masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih nantinya dapat mengajukan permohonan melalui ketua RT maupun pemerintah kelurahan setempat.

Mekanisme tersebut dilakukan agar distribusi air dapat diprioritaskan ke wilayah yang benar-benar membutuhkan.

"Mobil tangki sudah kami siapkan sebagai langkah antisipasi apabila ada wilayah yang membutuhkan suplai air bersih," ujarnya.

2. Jam distribusi air belum diberlakukan

IMG-20260728-WA0049.jpg
Pemberian air bersih di Bandar Lampung oleh BPBD. (BPBD Bandar Lampung)

Meski sudah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, Perumda Way Rilau memastikan belum akan menerapkan sistem penjadwalan distribusi air atau jam alir.

Saat ini, penurunan debit air baku baru mencapai sekitar 17 persen dari kondisi normal, sehingga produksi dan distribusi air kepada pelanggan masih berjalan seperti biasa.

"Kebijakan jam alir baru akan diterapkan apabila penurunan debit air baku mencapai sekitar 20 hingga 30 persen," jelasnya.

3. Masyarakat diminta mulai berhemat air

ilustrasi air keran
ilustrasi air keran (unsplash.com/Nicolas COMTE)

Perumda Way Rilau juga mengimbau masyarakat mulai menghemat penggunaan air bersih selama musim kemarau.

"Seperti menggunakan air secukupnya dan menghindari pemborosan dinilai penting agar pasokan tetap terjaga hingga musim hujan tiba," imbaunya.

Saat ini, pasokan air Way Rilau masih ditopang oleh sumber air dari Sungai Way Kuripan, Way Jernih, Way Betung, serta sejumlah mata air.

Meski debitnya mulai menurun akibat kemarau, seluruh instalasi pengolahan air masih beroperasi normal dan mampu melayani kebutuhan pelanggan di Kota Bandar Lampung.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More