Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Januari-Juli 2026 Ada 1.070 Hotspot di Lampung, 5 Kabupaten Rawan

Bandar Lampung
Januari-Juli 2026 Ada 1.070 Hotspot di Lampung, 5 Kabupaten Rawan
Ilustrasi karhutla api membakar lahan (ANTARA FOTO/Auliya Rahman)
Intinya Sih
  • Polda Lampung mencatat 1.070 hotspot pada 1 Januari-30 Juli 2026, mayoritas berkategori medium, dengan Way Kanan, Lampung Timur, Lampung Tengah, Tulang Bawang, dan Lampung Utara menjadi prioritas pengamanan.
  • Menghadapi musim kemarau hingga September yang dipengaruhi El Nino, Polda mengoptimalkan dashboard pemantauan, patroli, respons cepat, serta menyiagakan personel dan peralatan penanggulangan karhutla.
  • Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan membakar, melaporkan titik api, dan waspada dampak cuaca panas; pelaku pembakaran hutan dan lahan akan ditindak secara profesional dan tegas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lampung Selatan, IDN Times - Berdasarkan data Dashboard Lancang Kuning Polda Lampung, sejak 1 Januari hingga 30 Juli 2026 terpantau sebanyak 1.070 hotspot. Itu terdiri atas 1.005 titik kategori medium dan 43 titik kategori high confidence.

Data tersebut menjadi dasar penentuan prioritas pengamanan di sejumlah wilayah rawan, seperti Way Kanan, Lampung Timur, Lampung Tengah, Tulang Bawang, dan Lampung Utara. Untuk itu, pemanfaatan teknologi melalui Dashboard Lancang Kuning Polri, SIPONGI Kementerian Kehutanan, serta data hotspot BMKG terus dioptimalkan guna mempercepat deteksi dan penanganan awal di lapangan.

Hal tersebut disampaikan Wakapolda Lampung, Brigjen Pol. Sumarto saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Karhutla Tahun 2026 di Lapangan Apel Mapolda Lampung, Senin (3/8/2026).

1. Musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga September 2026

ilustrasi kemarau (pexels.com/Emma Eikenaar)
ilustrasi kemarau (pexels.com/Emma Eikenaar)

Sumarto mengatakan, sistem penanggulangan Karhutla yang terpadu, cepat, dan efektif menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026 menjadi tanggungjawab lintas sektor. Apalagi menghadapi ancaman musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino

"Fenomena El Nino harus direspons dengan kesiapan maksimal melalui penguatan deteksi dini, patroli terpadu, respons cepat terhadap setiap titik panas, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat agar kebakaran dapat dicegah sebelum meluas," tegasnya.

Sumarto menyatakan, selain menyiagakan personel, Polda Lampung memastikan kesiapan seluruh sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla, mulai dari embung, kendaraan water cannon, mobil tangki air, mesin pompa, hingga perlengkapan pendukung lainnya.

2. Pelaku pembakaran hutan dan lahan ada konsekuensi hukum

Ilustrasi karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
Ilustrasi karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Menurut wakapolda, keberhasilan mencegah Karhutla hanya dapat dicapai melalui sinergi seluruh elemen bangsa.

"Kesiapsiagaan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi komitmen nyata untuk melindungi masyarakat dan lingkungan. Seluruh personel harus mampu bergerak cepat, memperkuat sinergi dengan seluruh stakeholder, serta mengedepankan pencegahan sebagai langkah utama agar kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini," tegasnya.

Ia menambahkan, Polda Lampung tidak hanya mengedepankan langkah preventif melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, tetapi juga akan melakukan penegakan hukum secara profesional, tegas, dan berkeadilan terhadap setiap pelaku pembakaran hutan dan lahan. Itu sebagai bentuk perlindungan terhadap keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

3. Cuaca panas berkepanjangan berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan

ilustrasi cuaca panas (pexels.com/Khanh Le)
ilustrasi cuaca panas (pexels.com/Khanh Le)

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari Yuyun mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara dibakar. Menurutnya, upaya pencegahan akan lebih efektif apabila didukung kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena selain berpotensi memicu kebakaran yang meluas, tindakan tersebut juga memiliki konsekuensi hukum.

Yuni juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak perubahan iklim akibat fenomena El Nino. Cuaca panas berkepanjangan berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan. Untuk itu, masyarakat diimbau mencukupi kebutuhan cairan tubuh, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat suhu sedang tinggi.

Selain itu, menggunakan masker apabila kualitas udara menurun akibat asap, serta segera melaporkan kepada aparat kepolisian atau pemerintah setempat apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran hutan dan lahan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More