Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Wali Kota Usulkan Perubahan APBD 2026, PAD Balam Naik 27,5 Persen

Bandar Lampung
Wali Kota Usulkan Perubahan APBD 2026, PAD Balam Naik 27,5 Persen
Ilustrasi kenaikan harga emas (freepik.com)
Intinya Sih
  • Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengajukan perubahan KUA-PPAS APBD 2026 kepada DPRD untuk menyesuaikan kondisi fiskal, kebutuhan pembangunan, serta kewajiban daerah.
  • Pendapatan daerah dalam rancangan Perubahan APBD 2026 diproyeksikan mencapai Rp2,99 triliun, naik sekitar Rp340 miliar atau 12,83 persen dari APBD murni.
  • Target PAD diproyeksikan menjadi Rp1,435 triliun, meningkat sekitar Rp305 miliar atau 27,5 persen; pembiayaan juga disesuaikan berdasarkan SILPA 2025 yang diaudit BPK.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times – Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyampaikan nota pengantar perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 kepada DPRD Kota Bandar Lampung.

Dalam pemaparannya, Eva menjelaskan perubahan anggaran dilakukan untuk menyesuaikan kondisi fiskal dan kebutuhan pembangunan daerah yang terus berkembang.

Eva mengatakan, dokumen perubahan KUA-PPAS merupakan penjabaran dari rencana kerja pemerintah daerah, RKPD, serta menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam tahapan penyusunan Perubahan APBD 2026.

"Perubahan ini didasarkan pada perkembangan asumsi ekonomi, proyeksi pendapatan daerah, alokasi belanja, penyesuaian SILPA tahun anggaran 2025 berdasarkan hasil audit BPK, serta adanya kewajiban yang belum terselesaikan dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang," katanya saat rapat paripurna di DPRD Kota Bandar Lampung, Senin (3/8/2026).

1. Pendapatan daerah diproyeksikan naik

IMG_20260803_140918.jpg
Walikota Bandar Lampung saat memberikan sambutan di Rapat Paripurna DPRD Bandar Lampung. (IDN Times/Muhaimin)

Dalam rancangan perubahan APBD 2026, Pemkot Bandar Lampung memproyeksikan pendapatan daerah meningkat menjadi sekitar Rp2,99 triliun atau naik sekitar Rp340 miliar dibandingkan APBD murni 2026. Kenaikan tersebut setara sekitar 12,83 persen.

"Peningkatan berasal dari optimalisasi berbagai sumber pendapatan daerah, terutama PAD yang mengalami kenaikan cukup signifikan," ujar Eva.

2. PAD naik 27,5 persen

Ilustrasi persentase (Pexels/Nataliya Vaitkevich)
Ilustrasi persentase (Pexels/Nataliya Vaitkevich)

Eva menjelaskan, target PAD pada Perubahan APBD 2026 diproyeksikan menjadi sekitar Rp1,435 triliun atau bertambah sekitar Rp305 miliar dibandingkan target sebelumnya.

"Kenaikan tersebut mencapai sekitar 27,5 persen jika dibandingkan dengan target sebelumnya," ujarnya.

Selain PAD, pemerintah juga melakukan penyesuaian terhadap pendapatan transfer dan komponen pendapatan lainnya agar sesuai dengan perkembangan realisasi penerimaan daerah.

3. Pembiayaan daerah juga disesuaikan

ilustrasi pembiayaan (pexels.com/@pixabay)
ilustrasi pembiayaan (pexels.com/@pixabay)

Dari sisi pembiayaan, Pemkot Bandar Lampung turut melakukan penyesuaian terhadap penerimaan pembiayaan berdasarkan besaran Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Kami berharap perubahan APBD 2026 dapat mendukung pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat secara lebih optimal," tutur Eva.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More