Menyala! Ekonomi Lampung Triwulan I 2026 Tumbuh 5,58 Persen

- Ekonomi Lampung triwulan I-2026 tumbuh 5,58 persen, lebih tinggi dari tahun sebelumnya, dengan sektor akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 12,43 persen.
- Struktur ekonomi Lampung masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang berkontribusi 25,58 persen terhadap PDRB serta menjadi sumber utama pertumbuhan sebesar 2,20 persen.
- Dibanding triwulan IV-2025, ekonomi Lampung terkontraksi 1,08 persen; namun secara regional Sumatera, Lampung menempati posisi kedua tertinggi dengan kontribusi 9,72 persen dan pertumbuhan 5,58 persen.
Bandar Lampung, IDN Times -Ekonomi Provinsi Lampung triwulan I-2026 tumbuh sebesar 5,58 persen. Pertumbuhan itu menguat dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya yang tercatat tumbuh sebesar 5,47 persen.
Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution menjelaskan, pertumbuhan positif terjadi pada sebagian besar lapangan usaha. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang tumbuh sebesar 12,43 persen.
Selain itu, lapangan usaha Jasa Keuangan yang tumbuh sebesar 10,46 persen. Lapangan usaha lain yang juga tumbuh pesat adalah Pertanian, Kehutanan dan Perikanan; Jasa Lainnya; serta Perdagangan Besar-Eceran dan Reparasi Mobil-Sepeda Motor yang tumbuh masing-masing sebesar 9,89 persen; 8,39 persen; dan 6,91 persen.
"Di sisi lain, masih terdapat lapangan usaha yang mengalami kontraksi, yaitu lapangan usaha Pengadaan Air yang terkontraksi sebesar 3,85 persen. Selain itu Pertambangan dan Penggalian terkontraksi sebesar 1,91 persen," papar Ahmad, Selasa (5/5/2026).
1. Ini sektor dominasi pertumbuhan ekonomi Lampung

Struktur PDRB Provinsi Lampung menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2026 tidak menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Provinsi Lampung masih didominasi oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan peranan sebesar 25,58 persen.
Lalu diikuti Industri Pengolahan sebesar 18,97 persen; serta Perdagangan Besar-Eceran dan Reparasi Mobil-Sepeda Motor sebesar 15,03 persen. Peranan ketiga lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Provinsi Lampung mencapai 59,58 persen.
Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada triwulan I-2026 yang sebesar 5,58 persen, lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 2,20 persen. Diikuti lapangan usaha Perdagangan Besar-Eceran dan Reparasi Mobil-Sepeda Motor sebesar 1,06 persen; serta Industri Pengolahan sebesar 0,61 persen. Sementara itu sumber pertumbuhan dari lapangan usaha lainnya sebesar 1,71 persen.
2. Pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 dibanding Triwulan IV-2025 terkontraksi

Ahmad mengatakan, pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung triwulan I-2026 dibanding triwulan IV-2025 (q-to-q) terkontraksi sebesar 1,08 persen. Lapangan usaha dengan konstraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada lapangan usaha Konstruksi dengan kontraksi pertumbuhan sebesar 7,94 persen.
Selanjutnya diikuti dengan lapangan usaha Jasa Lainnya yang terkontraksi sebesar 7,87 persen. Meski demikian, beberapa lapangan usaha masih menunjukkan pertumbuhan positif.
Pertumbuhan tertinggi dicapai olah lapangan usaha Perdagangan Besar-Eceran dan Reparasi Mobil-Sepeda Motor serta Informasi dan Komunikasi yang tumbuh masing-masing sebesar 2,81 persen dan 2,01 persen. Selain itu, lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan juga tumbuh sebesar 1,99 persen; diikuti Transportasi dan Pergudangan sebesar 1,08 persen; serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 0,97 persen.
3. Perbandingan pertumbuhan ekonomi Pulau Sumatra

Secara spasial, struktur perekonomian Pulau Sumatera pada triwulan I-2026 didominasi oleh Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Riau, yang masing-masing memberikan kontribusi sebesar 23,50 persen dan 23,29 persen. Adapun kontribusi terkecil berasal dari Provinsi Bengkulu, yaitu sebesar 2,10 persen.
Sementara itu Provinsi Lampung memberikan kontribusi sebesar 9,72 persen. Pertumbuhan ekonomi Sumatera pada triwulan I-2026 dibandingkan triwulan I-2025 (y-on-y) mencapai 5,13 persen.
Berdasarkan wilayah regional Sumatera, seluruh provinsi mengalami pertumbuhan positif. Provinsi Kepulauan Riau mencatatkan pertumbuhan tertinggi, yaitu tumbuh sebesar 7,04 persen, diikuti oleh Provinsi Lampung sebesar 5,58 persen, Provinsi Sumatera Selatan sebesar 5,34 persen, dan Provinsi Sumatera Barat sebesar 5,02 persen.

















