8 Motor Mahasiswa Rusak Ditimpa Pohon Tumbang, Unila Beri Bantuan?

- Delapan motor mahasiswa Unila rusak akibat pohon tumbang di area parkir kampus karena cuaca ekstrem dan angin kencang.
- Pihak rektorat memberikan bantuan berupa perbaikan kendaraan, bukan uang tunai, sesuai aturan birokrasi dan keuangan negara.
- Unila melakukan audit lingkungan serta pemangkasan pohon rawan tumbang demi keamanan kampus dan memastikan tidak ada korban jiwa.
Bandar Lampung, IDN Times - Delapan unit kendaraan bermotor mahasiswa rusak di area parkir depan UPA Bahasa Universitas Lampung (Unila). Itu imbas insiden pohon tumbang akibat cuaca ekstrem dan angin kencang baru-baru ini.
Kepala Bagian Umum Unila, Edwin, memaparkan, berdasarkan hasil pendataan di lapangan, tercatat delapan kendaraan mahasiswa yang terdampak, terdiri dari empat mahasiswa FISIP dan empat mahasiswa FH. Tingkat kerusakan dari kategori sedang hingga berat sudah diinventarisasi untuk proses selanjutnya.
1. Beri bantuan perbaikan kendaraan

Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak rektorat memberikan bantuan berupa perbaikan kerusakan kendaraan sea melakukan langkah mitigasi menyeluruh.
Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat (BPKHM) Unila, Budi Sutomo menegaskan, bentuk dukungan yang diberikan adalah bantuan perbaikan unit secara langsung, bukan pemberian ganti rugi dalam bentuk uang tunai. Hal ini disesuaikan dengan regulasi birokrasi dan aturan keuangan negara yang berlaku.
"Pimpinan sedang mengkaji langkah-langkah bantuan perbaikan atau kebijakan lain yang sifatnya meringankan bagi mahasiswa terdampak, dengan tetap mematuhi koridor hukum dan aturan birokrasi," tambahnya, Selasa (5/5/2026)
2. Audit lingkungan

Budi menjelaskan, selain bantuan perbaikan, Unila melakukan langkah strategis untuk menjamin keamanan jangka panjang di lingkungan kampus. Itu meliputi audit lingkungan melalui Tim Taman dan Lingkungan menyisir pohon-pohon tua atau rawan tumbang untuk segera dilakukan pemangkasan (topping).
Kemudian evaluasi fasilitas, yakni dengan meningkatkan perawatan rutin terhadap seluruh fasilitas publik guna mengantisipasi dampak cuaca buruk di masa depan, serta imbauan kewaspadaan dari pihak kampus untuk sivitas akademika agar lebih waspada saat cuaca ekstrem.
3. Keselamatan dan kesejahteraan mahasiswa merupakan prioritas utama.

Menurut Budi, keselamatan dan kesejahteraan mahasiswa merupakan prioritas utama. Sejak insiden terjadi, tim Sarana dan Prasarana (Sarpras) Unila telah bergerak cepat membersihkan lokasi dan memastikan tidak ada korban jiwa.
“Kami sangat memahami kesulitan mahasiswa yang terdampak. Saat ini, Unila sedang menyiapkan mekanisme bantuan agar proses perbaikan kendaraan dapat dilakukan secara tepat sasaran sesuai koridor yang berlaku,” ujarnya.
Langkah responsif ini, Unila berharap mahasiswa dapat kembali merasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas akademik di lingkungan kampus.

















