Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

2 Mayat Anonim Ditemukan di Pesawaran, Satu Punya Tato Burung Garuda

2 Mayat Anonim Ditemukan di Pesawaran, Satu Punya Tato Burung Garuda
Polisi mengidentifikasi dan mengevakuasi penemuan dua jasad pria anonim di Kabupaten Pesawaran. (Dok. Polres Pesawaran).
Intinya Sih
  • Dua mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan di lokasi berbeda di Pesawaran, satu di Bendungan Argo Guruh dan satu lagi di muara Dusun Sebaris.
  • Mayat pertama ditemukan membusuk mengenakan kaos kuning bertuliskan 'PRIMADONA', sedangkan mayat kedua rusak parah dengan tato burung garuda di lengan kanan.
  • Polisi masih menyelidiki identitas dan penyebab kematian kedua korban serta mengimbau masyarakat melapor jika kehilangan anggota keluarga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pesawaran, IDN Times - Warga Kabupaten Pesawaran digegerkan penemuan dua mayat anonim atau tanpa identitas berjenis kelamin laki-laki di lokasi berbeda. Keduanya ditemukan dalam kondisi mengenaskan dan telah membusuk.

Penemuan pertama terjadi di Bendungan Argo Guruh, Desa Bumi Agung, Kecamatan Tegineneng, sekitar pukul 13.00 WIB. Sementara satu jenazah lainnya ditemukan lebih awal di kawasan muara Dusun Sebaris, Desa Hurun, Kecamatan Teluk Pandan.

"Dua penemuan mayat ini masih dalam penyelidikan. Untuk korban di Tegineneng, jenazah sudah dibawa ke RS Bhayangkara guna autopsi. Sementara di Teluk Pandan, hasil awal tidak ditemukan tanda kekerasan,” ujar Kapolres Pesawaran, AKBP Alvie Granito dikonfirmasi, Selasa (5/5/2026).

1. Mayat ditemukan mengambang di Bendungan Argo Guruh

crop-woman-grass.jpg
Ilustrasi jenazah ditemukan. (freepik.com/freepik)

Alvie mengungkapkan, mayat pertama ditemukan oleh petugas keamanan bendungan saat melakukan patroli rutin di aliran Sungai Wai Sekampung. Saat itu, saksi Yunisar (35) dan Ari Saputra (32) awalnya melihat sosok mencurigakan mengambang di tengah aliran sungai.

Setelah didekati, mereka memastikan tubuh tersebut adalah mayat laki-laki. Saat ditemukan, kondisi korban sudah membusuk sehingga tidak dapat dikenali. Korban mengenakan kaos panjang warna kuning bertuliskan “PRIMADONA” dan celana pendek warna cokelat.

"Saksi petugas berkoordinasi dengan kepolisian dan Basarnas untuk melakukan evakuasi. Proses evakuasi berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB hingga 14.15 WIB, sebelum jenazah dibawa ke RS Bhayangkara untuk keperluan autopsi dan identifikasi," ungkap Alvie.

2. Satu mayat lain ditemukan di muara dalam kondisi hancur

-
Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)

Alvie melanjutkan, penemuan kedua terjadi di wilayah muara Dusun Sebaris, Desa Hurun, sekitar pukul 09.00 WIB. Mayat ditemukan oleh seorang nelayan bernama Hasmudin (40) saat berada di sekitar hutan bakau.

Awalnya, saksi Hasmudin melihat bagian tubuh manusia, sebelum akhirnya menemukan jasad dalam kondisi hancur. Berdasarkan hasil identifikasi awal, korban diduga laki-laki dengan tinggi sekitar 163 cm dan berat badan berkisar 65–70 kilogram.

"Kondisi tubuh mayat kedua juga sudah rusak parah hingga sulit identifikasi. Petugas juga menemukan ciri khusus berupa tato bergambar burung garuda di lengan kanan korban. Tidak ditemukan pakaian maupun identitas pada tubuh korban," sebutnya.

Hasil pemeriksaan sementara tidak menunjukkan adanya tanda-tanda bekas kekerasan. "Mayat kedua ini diduga waktu kematian diperkirakan sudah lebih dari tujuh hari," sambung Alvie.

3. Polisi dalami identitas dan penyebab kematian

IMG_20260505_115405.jpg
Polisi mengidentifikasi dan mengevakuasi penemuan dua jasad pria anonim di Kabupaten Pesawaran. (Dok. Polres Pesawaran).

Alvie menegaskan, petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas kedua korban. Ia juga menyebut, kondisi arus Sungai Wai Sekampung cukup deras hingga memungkinkan korban terbawa dari lokasi lain.

“Lokasi penemuan berada di aliran sungai dan muara, sehingga ada kemungkinan korban bukan berasal dari titik ditemukan,” jelasnya.

Dari keterangan warga sekitar di Desa Hurun, korban sempat terlihat dalam kondisi sakit dan berjalan ke arah muara laut. Bahkan, ada dugaan korban mengalami gangguan jiwa (ODGJ). Meski demikian, polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kematian kedua korban.

“Kami mengimbau masyarakat yang kehilangan anggota keluarga agar segera melapor untuk membantu proses identifikasi,” imbuh kapolres.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More