Daya Beli Warga Lampung Diklaim Menguat, Kendaraan Baru Naik 21 Persen

- Pemprov Lampung mencatat peningkatan pembelian kendaraan baru sebesar 21 persen pada triwulan I 2026, naik dari 32.858 menjadi 39.817 unit dibanding periode sama tahun sebelumnya.
- Total nilai transaksi pembelian kendaraan bermotor di Lampung mencapai sekitar Rp2,5 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari kendaraan roda empat senilai Rp1,49 triliun.
- Peningkatan penjualan kendaraan dianggap mencerminkan daya beli masyarakat yang membaik serta memberi efek berganda bagi ekonomi daerah melalui sektor pajak, pembiayaan, dan industri pendukung.
Bandar Lampung, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengklaim daya beli masyarakat menunjukkan tren positif pada triwulan I 2026. Kondisi itu tercermin dari meningkatnya pembelian kendaraan bermotor baru selama periode Januari hingga Maret 2026.
Berdasarkan data perbandingan tahun ke tahun Bapenda Lampung, jumlah kendaraan baru di Lampung naik dari 32.858 unit pada triwulan I 2025 menjadi 39.817 unit di periode yang sama tahun ini. Alhasil, ada kenaikan sebanyak 6.959 unit atau tumbuh sekitar 21 persen.
Tak hanya dari sisi jumlah, peningkatan juga terlihat dari nilai transaksi. Total perputaran uang dari pembelian kendaraan bermotor baru di Lampung pada triwulan I 2026 diperkirakan mencapai Rp2,5 triliun.
1. Nilai transaksi tembus Rp2,5 triliun

Terkait data tersebut, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung, Saipul mengatakan, kendaraan roda dua telah menyumbang nilai transaksi sekitar Rp1,03 triliun. Sementara kendaraan roda empat memberikan kontribusi lebih besar, yakni mencapai Rp1,49 triliun.
"Angka ini merupakan estimasi dari komponen PKB (pajak kendaraan bermotor) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), yang mencerminkan aktivitas pembelian kendaraan baru di masyarakat," katanya, Senin (4/5/2026).
2. Jadi indikator daya beli masyarakat

Saipul melanjutkan, peningkatan ini menjadi sinyal kuat membaiknya konsumsi masyarakat. Pasalnya, pembelian kendaraan bermotor disebut sebagai barang tahan lama mencerminkan meningkatnya kemampuan finansial masyarakat.
Selain itu, pembelian kendaraan bermotor juga disebut bukti nyata adanya kemudahan akses pembiayaan, serta kepercayaan terhadap kondisi ekonomi daerah.
"Tren ini juga menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi di Lampung yang semakin stabil," katanya.
3. Berdampak luas ke sektor ekonomi

Saipul menambahkan, transaksi kendaraan bermotor turut memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Selain itu, peningkatan transaksi ini juga berdampak positif terhadap penerimaan daerah, khususnya dari sektor pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama.
“Perputaran uang sekitar Rp2,5 triliun ini menggerakkan banyak sektor, mulai dari pembiayaan, asuransi, dealer kendaraan, bengkel, hingga perdagangan suku cadang,” jelasnya.
Maka dari itu, pemerintah daerah berharap momentum ini terus terjaga melalui peningkatan layanan publik, kemudahan administrasi, serta penguatan infrastruktur. "Dengan naiknya pembelian kendaraan baru tak hanya mencerminkan kebutuhan mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi indikator membaiknya aktivitas ekonomi di Lampung," imbuh dia.


















