Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dari Jerat Pemburu ke Harapan Baru, Kisah Harimau Batua dan Sinta

Dari Jerat Pemburu ke Harapan Baru, Kisah Harimau Batua dan Sinta
Tangkap layar rekaman video proses perkawinan harimau Kiyai Batua dan Sinta di LK Lembah Hijau. (Dok. LK Lembah Hijau)
Intinya Sih
  • Kiyai Batua, harimau sumatra jantan korban jerat di Lampung Barat, harus diamputasi kaki depan kanannya namun berhasil bertahan dan beradaptasi di Lembah Hijau.
  • Sinta, harimau betina asal Bengkulu, juga kehilangan kaki belakang kanan akibat jerat pemburu liar dan kini hidup stabil setelah rehabilitasi di lembaga konservasi yang sama.
  • Kelahiran dua anak harimau dari Batua dan Sinta menjadi simbol keberhasilan konservasi ex situ serta pengingat ancaman serius perburuan liar terhadap satwa dilindungi di Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandar Lampung, IDN Times - Dibalik kelahiran dua anak harimau sumatra di Lembaga Konservasi (LK) Lembah Hijau Lampung, tersimpan kisah kelam pernah dialami kedua induknya, Kiyai Batua (jantan) dan Sinta (betina).

Kedua harimau dewas tersebut diketahui merupakan korban jerat pemburu liar yang kini justru menjadi simbol harapan baru bagi pelestarian satwa dilindungi, khususnya di Provinsi Lampung.

Berikut IDN Times bagikan kisah hidup harimau Kiyai Batua dan Sinta.

1. Kaki depan kanan Kiyai Batua harus diamputasi

IMG_20260504_155828.jpg
Harimau Kiyai Batua beraktivitas di kandang konservasi LK Lembah Hijau. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Berdasarkan catatan IDN Times, Kiyai Batua merupakan Harimau Sumatra yang diselamatkan dari jerat pemburu liar di Desa Batu Ampar, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat pada 2 Juli 2019. Saat ditemukan, kondisinya memprihatinkan akibat luka serius pada kaki depan sebelah kanan.

Pascadievakuasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung, Batua kemudian dibawa ke LK Lembah Hijau untuk menjalani perawatan intensif.

Namun, luka parah yang dideritanya membuat tim medis harus mengambil tindakan amputasi pada 5 Juli 2019 demi menyelamatkan nyawanya. Sejak saat itu, Batua hidup dengan kondisi cacat permanen. Meski begitu, ia berhasil bertahan dan beradaptasi di lingkungan konservasi.

2. Sinta kehilangan kaki kanan belakang

IMG_20260504_152407.jpg
Tangkap layar rekaman video proses perkawinan harimau Kiyai Batua dan Sinta di LK Lembah Hijau. (Dok. LK Lembah Hijau)

Kisah serupa juga dialami Sinta, harimau betina menjadi korban jerat pemburu liar di wilayah Bengkulu pada Desember 2024 lalu. Akibat jerat tersebut, Sinta harus kehilangan kaki belakang sebelah kanan.

Setelah melalui proses penyelamatan, Sinta kemudian dibawa ke LK Lembah Hijau untuk mendapatkan perawatan dan rehabilitasi. Kondisi mengalami keterbatasan fisik tak menyurutkan peluangnya untuk bertahan hidup.

3. Pengingat ancaman perburuan liar sekaligus peran konservasi

IMG_20260504_143929.jpg
Tangkap layar kamera CCTV kandang harimau Sinta bersama dua anaknya. (Dok. LK Lembah Hijau).

Dari dua harimau dengan masa lalu penuh luka tersebut, keduanya kini lahir dua anak Harimau Sumatra diduga jantan dan betina yang menjadi simbol keberhasilan konservasi ex situ di Provinsi Lampung.

Kelahiran ini bukan sekadar penambahan populasi, tetapi juga menjadi bukti satwa korban konflik dan perburuan liar masih memiliki kesempatan untuk hidup dan berkembang, jika mendapatkan penanganan yang tepat.

Kisah Batua dan Sinta sekaligus menjadi pengingat keras akan ancaman nyata perburuan liar terhadap satwa dilindungi di Indonesia, serta pentingnya peran konservasi dalam menjaga keberlangsungan spesies langka seperti Harimau Sumatra.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More