MBG di Lampung Selama Ramadan Pakai Makanan Kering, Susu hingga Karma

- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lampung tetap berjalan selama Ramadan 2026 dengan penyesuaian menu menjadi makanan kering seperti roti, susu, dan kurma agar sesuai kondisi puasa siswa.
- Pendistribusian dilakukan pagi atau siang hari menggunakan tote bag yang dapat dipakai ulang, menggantikan wadah sekali pakai untuk efisiensi dan mengikuti petunjuk teknis Badan Gizi Nasional.
- Untuk pondok pesantren serta kelompok 3B, menu tetap berupa makanan basah dibagikan menjelang berbuka; total delapan sekolah dengan sekitar 1.232 siswa menerima manfaat program ini.
Bandar Lampung, IDN Times - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Lampung tetap berjalan selama bulan suci Ramadan 2026/1447 Hijriah. Paket menu hingga teknis pendistribusian mengalami penyesuaian, salah satunya menggunakan makanan kering.
Kepala SPPG Labuhan Ratu, Deni mengatakan, perubahan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Badan Gizi Nasional (BGN). Hasil rapat koordinasi memutuskan, MBG untuk siswa sekolah selama ramadan tetap dibagikan setiap hari, tetapi dalam bentuk menu kering.
“Distribusi untuk sekolah tetap dilakukan pagi atau siang hari. Karena siswa sedang puasa, maka menunya disesuaikan menjadi kering dan bisa dibawa pulang. Anggaran tetap, yakni 10 ribu dan 8 ribu per porsi,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
1. Menu kering meliputi roti, susu, dan kurma

Sebagaimana di SPPG Labuhan Ratu, menu kering yang dibagikan kepada siswa berupa roti, susu, dan kurma. Khusus susu, tersedia dua ukuran yaitu 200 mililiter dan 115 mililiter menyesuaikan kategori anggaran ditetapkan.
Dari sisi teknis, Deni menyebutkan, distribusi MBG kini tidak lagi menggunakan ompreng, melainkan aneka makanan dikemas menggunakan tote bag sesuai petunjuk teknis BGN, dengan sistem tukar pakai demi efisiensi.
“Setiap hari kami antar menggunakan tote bag. Keesokan harinya dikembalikan untuk digunakan kembali. Jadi tidak lagi memakai wadah sekali pakai,” jelas dia.
2. Menu basah tetap untuk ponpes dan kelompok 3B

Berbeda dengan siswa sekolah reguler, Deni menambahkan, pelaksanaan MBG bagi pondok pesantren atau sekolah berasrama, serta kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita) tetap disalurkan dalam bentuk menu basah yang dibagikan menjelang waktu berbuka puasa.
“Untuk ponpes dan kelompok 3B, distribusi dilakukan sekitar pukul 16.00 WIB karena mereka membutuhkan makanan siap santap untuk berbuka puasa,” ucapnya.
3. Layanin delapan sekolah

Secara keseluruhan, Deni menambahkan, SPPG Labuhan Ratu saat ini melayani pelaksanaan program MBG terhadap delapan sekolah dengan total sekitar 1.232 siswa penerima manfaat.
"Selama ramadan, penyesuaian menu dan teknis distribusi ini diharapkan tetap menjaga asupan gizi, sekaligus menghormati pelaksanaan ibadah puasa," imbuhnya.















