Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Aksi Jahit Mulut Mahasiswa Sambut Prabowo di Lampung, Kritik Demokrasi

Aksi Jahit Mulut Mahasiswa Sambut Prabowo di Lampung, Kritik Demokrasi
Aksi demontrasi jahit mulut sambut kedatangan Presiden Prabowo ke Lampung di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Intinya Sih
  • Sejumlah mahasiswa di Bandar Lampung lakukan aksi jahit mulut saat kunjungan Presiden Prabowo, sebagai simbol kritik terhadap pembungkaman suara sipil dan kondisi demokrasi yang dinilai makin otoriter.
  • Massa dari LMND Lampung menuntut penerapan pajak kekayaan, pendidikan gratis dan demokratis, serta penghentian remiliterisasi ruang sipil yang dianggap mengancam kebebasan masyarakat.
  • Para demonstran juga mendesak evaluasi program prioritas pemerintahan Prabowo seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih, sambil menyoroti pelemahan rupiah dan kesenjangan ekonomi rakyat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Provinsi Lampung diwarnai demonstrasi aksi jahit mulut sekelompok aktivis mahasiswa di Bundaran Tugu Adipura, Kota Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).

Pantauan IDN Times, sejumlah mahasiswa melakukan teatrikal jahit mulut sebagai simbol kritik terhadap kondisi demokrasi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Massa juga membakar ban hingga spanduk bercorak loreng telat di pelataran Tugu Adipura.

"RAKYAT MENJERIT NILAI TUKAR MELEJIT!!!,". "WUJUDKAN PENDIDIKAN GRATIS ILMIAH DAN DEMOKRATIS". "RAKYAT MENJERIT WAKTUNYA PAJAKIN ORANG KAYA," tulis sejumlah banner dibentangkan para peserta aksi.

1. Jahit mulut bentuk protes pembungkaman

IMG-20260610-WA0021.jpg
Aksi demontrasi jahit mulut sambut kedatangan Presiden Prabowo ke Lampung di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Koordinator aksi, Josua Sitorus mengatakan, aksi jahit mulut menggambarkan suara masyarakat sipil dinilai semakin dibungkam dengan kekuatan militer, sekaligus menggambarkan situasi Tanah Air yang semakin otoriter.

"Kita lihat betapa kuatnya militer membungkam suara-suara sipil. Sipil tidak punya senjata, sipil hanya punya suara dan pikiran kritis, tetapi dibungkam dengan budaya militer yang dipaksa masuk ke ruang sipil," katanya.

Selain menyoroti isu demokrasi, massa aksi juga mengkritik kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dinilai semakin sulit. Menurutnya, masih banyak masyarakat berjuang memenuhi kebutuhan hidup di tengah keterbatasan kesempatan kerja, khususnya bagi kalangan muda.

"Kita harus mengkritisi bahwa rakyat sedang susah, tapi di sisi lain Prabowo bersukacita di ruangan ber-AC. Sementara ada orang yang harus mengamen di jalan untuk bertahan hidup, banyak anak muda yang tidak mendapatkan kepastian kerja," lanjut dia.

2. Soroti praktik remiliterisasi

IMG-20260610-WA0019.jpg
Aksi demontrasi jahit mulut sambut kedatangan Presiden Prabowo ke Lampung di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Dalam aksi tersebut, massa aksi tergabung dalam organisasi Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Wilayah Lampung menyerukan lima tuntutan kepada pemerintah selaku pemangku kebijakan.

Mulai dari penerapan pajak kekayaan (wealth tax) bagi kelompok masyarakat kaya guna mengurangi ketimpangan ekonomi; mewujudkan pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis bagi seluruh rakyat Indonesia; hingga menghentikan remiliterisasi ruang sipil.

"Bisa kita melihat berbagai urusan sipil semakin banyak melibatkan militer. Ruang sipil harus tetap dikelola oleh sipil, karena itu kami menolak remiliterisasi yang masuk ke berbagai sektor kehidupan masyarakat," tegasnya.

3. Desak evaluasi program prioritas Prabowo

IMG-20260610-WA0020.jpg
Aksi demontrasi jahit mulut sambut kedatangan Presiden Prabowo ke Lampung di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Massa aksi juga menyoroti kondisi ekonomi nasional, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang dinilai berpotensi memengaruhi harga kebutuhan masyarakat.

Menurut Josua, ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak dapat memperberat beban subsidi bahan bakar minyak apabila kondisi ekonomi memburuk. Selain itu, pihaknya juga mendorong evaluasi terhadap sejumlah program prioritas pemerintahan Prabowo, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kulurahan Merah Putih.

"Kami meminta program-program ambisius yang memakan anggaran besar dievaluasi keberlanjutannya. Pemerintah harus memastikan APBN benar-benar digunakan untuk menjawab kebutuhan mendesak rakyat," imbuhnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing

Latest News Lampung

See More