Bandar Lampung, IDN Times - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Provinsi Lampung tak sekadar menjadi momentum seremonial tahunan. Elemen buruh menyuarakan kritik terhadap situasi ketenagakerjaan, ketimpangan sosial, hingga kebijakan negara dinilai belum berpihak kepada pekerja.
Ketua Umum Federasi Pergerakan Serikat Buruh Indonesia-Konfederasi Serikat Nasional (FPSBI-KSN), Yohanes Joko Purwanto mengatakan, May Day 2026 menjadi momentum konsolidasi perjuangan buruh di tengah tekanan ekonomi dan situasi global yang dinilai semakin tidak berpihak kepada kelas pekerja.
Menurutnya, kondisi buruh saat ini tidak dapat dilepaskan dari dampak krisis global yang memicu meningkatnya ketidakpastian kerja, inflasi, hingga ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Kapitalisme hari ini tidak berdiri sendiri, tetapi berkelindan dengan imperialisme dan militerisme. Buruh diposisikan hanya sebagai alat produksi, bukan manusia yang memiliki hak atas hidup layak dan bermartabat,” ujarnya dikonfirmasi, Jumat (1/5/2026).
