Mahasiswa KKN Itera Perkenalkan Pertanian IoT di Desa Tanjung Agung

- Mahasiswa KKN Tematik 19 Itera memperkenalkan pertanian IoT di Desa Tanjung Agung, Lampung Selatan
- Demonstrasi sistem hidroponik dan penyiraman otomatis berbasis IoT dilakukan pada pertengahan Januari 2026
- Sosialisasi pengenalan Institut Teknologi Sumatera juga diselenggarakan kepada pelajar Madrasah Aliyah Yayasan Mathla’ul Anwar di desa tersebut
Lampung Selatan, IDN Times - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok 19 Institut Teknologi Sumatera (Itera) menghadirkan inovasi pertanian berbasis Internet of Things (IoT) sekaligus edukasi pendidikan tinggi di Desa Tanjung Agung, Kabupaten Lampung Selatan.
Program ini dilaksanakan sebagai upaya penguatan kapasitas masyarakat desa melalui pemanfaatan teknologi dan peningkatan pemahaman terhadap pendidikan tinggi.
1. Demonstrasi sistem hidroponik dan penyiraman otomatis berbasis IoT

Kelompok KKN Tematik 19 Itera dibimbing oleh dosen Itera, I Putu Mahendra, melaksanakan kegiatan demonstrasi sistem hidroponik dan alat penyiram tanaman otomatis berbasis IoT pada pertengahan Januari 2026. Kegiatan ini menyasar kelompok tani dan masyarakat Desa Tanjung Agung sebagai peserta utama.
“Sistem hidroponik yang kami perkenalkan dilengkapi sensor suhu dan kelembapan udara yang terhubung dengan mikrokontroler, sehingga data kondisi tanaman dapat dipantau secara real time melalui sistem yang telah disiapkan,” jelas Ketua Kelompok KKN Tematik 19 Itera, Wayan Tony Sendy Irdana.
Menurutnya, pompa air pada sistem hidroponik ini juga dapat diaktifkan melalui laman web, baik secara manual maupun dengan pengaturan jadwal tertentu sesuai kebutuhan tanaman.
2. Sistem penyiraman otomatis berbasis sensor kelembapan tanah

Wayan menjelaskan, selain hidroponik, mahasiswa KKN juga memperkenalkan sistem penyiraman tanaman otomatis berbasis sensor kelembapan tanah. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi kondisi tanah secara langsung.
"Ketika sensor mendeteksi tanah dalam kondisi kering, pompa air akan aktif secara otomatis hingga tingkat kelembapan tanah kembali optimal. Sebaliknya, saat kondisi tanah sudah lembap, sistem akan menghentikan penyiraman secara mandiri," jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Wayan mengatakan, masyarakat tidak hanya menyaksikan demonstrasi alat, tetapi juga mendapatkan penjelasan mengenai prinsip kerja sistem, komponen utama yang digunakan, serta kemungkinan pengembangan teknologi sesuai kebutuhan pertanian di desa.
3, Sosialisasi pengenalan Itera dan jalur masuk perguruan tinggi

Selain program inovasi pertanian, lanjut Wayan, Kelompok KKN Tematik 19 Itera juga menyelenggarakan sosialisasi pengenalan Institut Teknologi Sumatera kepada pelajar Madrasah Aliyah Yayasan Mathla’ul Anwar di Desa Tanjung Agung.
Materi sosialisasi meliputi profil kampus Itera, sejarah pendirian, visi dan misi, akreditasi, program studi, serta fasilitas pendukung pendidikan. Informasi mengenai jalur penerimaan mahasiswa baru, mulai dari SNBP, SNBT, hingga jalur mandiri, turut disampaikan kepada para pelajar.
Mahasiswa KKN juga memberikan penjelasan terkait berbagai skema beasiswa, termasuk KIP Kuliah, serta memperkenalkan sejumlah program studi unggulan Itera di bidang sains, teknologi, dan rekayasa beserta gambaran prospek karier lulusannya.


















