Tiga Gerai Permanen KMP Disiapkan Pemkot Balam, Ini Lokasinya

- Gerai permanen KMP disiapkan di 3 lokasi awal di Bandar Lampung
- Pembangunan gerai dilakukan bertahap di 126 kelurahan sesuai instruksi presiden
- Keterbatasan lahan menjadi tantangan utama dalam pembangunan gerai permanen KMP
Bandar Lampung, IDN Times – Pemerintah Kota Bandar Lampung mulai menyiapkan pembangunan gerai permanen Koperasi Merah Putih (KMP) sebagai upaya memperkuat kelembagaan koperasi di tingkat kelurahan.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandar Lampung, Riana Apriana, mengatakan tiga lokasi awal yang disiapkan berada di Kecamatan Rajabasa, Langkapura, dan Sukarame.
"Pembangunan gerai permanen ini menjadi bagian dari komitmen Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana dalam mendorong koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan," katanya, Kamis (29/1/2026).
1. Lanjutan instruksi presiden

Riana menjelaskan, pembangunan gerai permanen KMP juga merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden.
"Pembangunan ini tentu berdasarkan instruksi presiden yang mewajibkan setiap koperasi memiliki gedung usaha sendiri," jelasnya.
2. Target bertahap di 126 kelurahan

Pemkot Bandar Lampung menargetkan pembangunan gerai permanen KMP dilakukan secara bertahap di seluruh 126 kelurahan.
Namun, menurut Riana, realisasi target tersebut tidak bisa dilakukan secara cepat karena adanya persyaratan teknis yang cukup ketat.
Salah satu syarat utama adalah ketersediaan lahan minimal seluas 1.000 meter persegi yang siap bangun dan berada di kawasan strategis.
“Lahan harus berada di pusat kota atau pusat perhubungan, tidak berupa lahan urukan atau lahan miring, serta memiliki alas hak yang jelas seperti sertifikat,” jelasnya.
3. Keterbatasan lahan jadi tantangan utama

Riana mengakui, keterbatasan lahan menjadi tantangan utama Pemkot Bandar Lampung dalam membangun gerai permanen KMP di seluruh kelurahan. Kondisi perkotaan membuat pencarian lahan dengan kriteria tersebut tidak mudah.
Meski demikian, dari total 126 Koperasi Merah Putih yang ada di Bandar Lampung, saat ini sebanyak 61 koperasi telah memiliki gerai usaha, meskipun masih bersifat sederhana.
“Sebagian besar masih memanfaatkan rumah sendiri atau menyewa tempat. Produk yang dijual umumnya kebutuhan pokok seperti sembako, LPG, dan air minum,” tuturnya.


















