Lagi! Nelayan Jatuh di Laut Lamtim, Tim SAR Masih Mencari

- Upaya pencarian belum membuahkan hasil, korban belum ditemukan setelah operasi sementara dihentikan.
- SAR membagi area pencarian menjadi tiga sektor berdasarkan perhitungan SAR Map Prediction.
- Imbau masyarakat khususnya nelayan untuk segera melapor bila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Lampung Timur, IDN Times - Seorang nelayan kembali dilaporkan terjatuh dari kapal saat menangkap ikan di perairan laut Kabupaten Lampung Timur (Lamtim). Korban kali ini bernama Santika (37) warga Pandeglang, Banten.
Peristiwa nahas itu dialami korban Santika menumpangi kapal nelayan KM Doa Ibu saat berada di perairan Sekopong, Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur, Selasa (27/1/2026).
"Benar, informasi kejadian diterima Kantor Basarnas Lampung sekitar pukul 15.30 WIB dari pembina nelayan setempat di hari kejadian," ujar Dantim Pos SAR Bakauheni, Restu Abdila, Jumat (30/1/2026).
1. Upaya pencarian belum membuahkan hasil

Menindaklanjuti laporan tersebut, Restu menyampaikan, personel Pos SAR Bakauheni segera dikerahkan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 menuju lokasi kejadian dengan jarak tempuh sekitar 59,7 mil laut.
Setibanya di lokasi, tim SAR langsung berkoordinasi dengan potensi SAR yang telah berada di lokasi untuk melakukan asesmen dan pencarian awal. Namun, hingga penghentian sementara operasi pada Selasa malam dan korban belum ditemukan.
"Pencarian masih terus dilanjutkan oleh tim SAR gabungan yang melibatkan Pos SAR Bakauheni, Polairud Polda Lampung, Polairud Polres Lampung Timur, TNI AL melalui Babinpotmar, serta nelayan dan keluarga korban," ucapnya.
2. SAR dibagi tiga sektor

Restu menjelaskan, operasi SAR dilakukan dengan membagi area pencarian menjadi tiga sektor berdasarkan perhitungan SAR Map Prediction.
“Ya, korban belum ditemukan. Operasi dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali,” ucap Restu.
3. Imbau masyarakat khusus nelayan melapor

Dalam pelaksanaan operasi SAR, Restu menyebutkan, tim menghadapi sejumlah kendala di antaranya cuaca buruk, angin kencang, gelombang tinggi, serta keterbatasan sinyal komunikasi di lokasi pencarian.
Meski demikian, kantor SAR Lampung memastikan upaya pencarian akan terus dilanjutkan secara maksimal dengan mengedepankan keselamatan seluruh personel SAR gabungan yang terlibat di lapangan.
"Kami juga mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan yang melintasi perairan setempat bisa segera melapor bila menemukan tanda-tanda keberadaan korban," imbuhnya.


















