Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Libur Lebaran 2025, Barantin Perketat Pengawasan Pelabuhan Bakauheni

Libur Lebaran 2025, Barantin Perketat Pengawasan Pelabuhan Bakauheni
Kunjungan Jepala Barantin, Sahat M Panggabean mengatakan di Pelabuhan Bakauheni. (Dok. Karantina Lampung).
Intinya Sih
  • Barantin perketat pengawasan Pelabuhan Bakauheni selama arus mudik Lebaran 2025
  • Penahanan 62 kali di Pelabuhan Bakauheni, termasuk penyelundupan satwa liar dan tumbuhan eksotik
  • Kesiapan alat X-ray dipasang di tollgate pejalan kaki reguler untuk mendukung kegiatan pengawasan
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Lampung Selatan, IDN Times - Badan Karantina Indonesia (Barantin) memalui Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Lampung memperketat pengawasan lalu lintas Pelabuhan Bakauheni selama arus mudik pada momen libur Lebaran 2025.

Kepala Barantin, Sahat M Panggabean mengatakan, Pelabuhan Bakauheni merupakan salah satu jalur lalu lintas paling sibuk, terutama berkaitan distribusi dari Sumatra ke Jawa maupun sebaliknya. Olah karena itu, penting dilakukan pengawasan untuk memastikan arus komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan pada libur Lebaran tahun ini

"Pelabuhan Bakauheni ini salah satu perlintasan ilegal untuk hewan-hewan dan tumbuhan eksotik kita. Saya khawatir di momen seperti ini juga ada aktivitas ilegal tersebut, ini yang ingin kita antisipasi," ujarnya, Jumat (28/3/2025).

1. Sepanjang tahun lalu ada 62 kali praktik penyelundupan

Kunjungan Jepala Barantin, Sahat M Panggabean mengatakan di Pelabuhan Bakauheni. (Dok. Karantina Lampung).
Kunjungan Jepala Barantin, Sahat M Panggabean mengatakan di Pelabuhan Bakauheni. (Dok. Karantina Lampung).

Merujuk data Best Trust Karantina Lampung sepanjang 2024, Sahat menyampaikan, pihaknya berhasil melakukan penahanan sebanyak 62 kali di Pelabuhan Bakauheni. Mulai dari penggagalan penyelundupan satwa liar terdiri dari jenis burung sebanyak 19.343 ekor, dengan frekuensi sebanyak 21 kali tangkapan.

Kemudian kulit ular sebanyak 711 lembar dengan frekuensi sebanyak 3 kali, kulit biawak sebanyak 709 lembar terjadi 3 kali, dan sirip hiu sebanyak 29 Kg dengan frekuensi 1 kali.

"Dalam mengantisipasi hal-hal seperti ini, kami telah menyiagakan petugas guna tetap melayani para pemudik saat melalulintaskan hewan, ikan, tumbuhan maupun produknya. Selain bertujuan untuk menjaga kelancaran arus barang, juga memastikan bahwa komoditas sehat dan aman untuk dikonsumsi masyarakat," ucap dia

2. Pasang X-ray mendeteksi barang bawaan penumpang

Kunjungan Jepala Barantin, Sahat M Panggabean mengatakan di Pelabuhan Bakauheni. (Dok. Karantina Lampung).
Kunjungan Jepala Barantin, Sahat M Panggabean mengatakan di Pelabuhan Bakauheni. (Dok. Karantina Lampung).

Dalam upaya mendukung kegiatan pengawasan tersebut, Sahat melanjutkan, pihaknya telah memastikan kesiapan alat X-ray dipasang di tollgate pejalan kaki reguler. Pemasangan X-ray ini berfungsi mendeteksi barang bawaan yang melintas di pelabuhan.

"Kami juga menyiagakan petugas guna tetap melayani para pemudik saat melalulintaskan hewan, ikan, tumbuhan maupun produknya," katanya.

3. Upaya cegah penyeberangan hama dan penyakit

Kunjungan Jepala Barantin, Sahat M Panggabean mengatakan di Pelabuhan Bakauheni. (Dok. Karantina Lampung).
Kunjungan Jepala Barantin, Sahat M Panggabean mengatakan di Pelabuhan Bakauheni. (Dok. Karantina Lampung).

Dalam pelaksanaannya, Sahat menambahkan, kegiatan semacam ini perlu perhatian terhadap berbagai risiko penyebaran hama dan penyakit yang sedang merebak saat ini seperti PMK, sehingga harus terus dimitigasi.

Dukungan seluruh stakeholder di pelabuhan Bakauheni seperti ASDP, KSOP, Kepolisian, dan TNI telah terjalin baik selama ini, amat mendukung pengawasan dan pengendalian, sehingga layanan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

"Pelabuhan Bakauheni adalah jalur utama distribusi hasil pertanian seperti buah-buahan, sayuran, produk perkebunan, serta ternak dan hasil perikanan. Untuk itu, pengawasan karantina menjadi sangat penting guna mencegah penyebaran penyakit seperti PMK," imbunnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
Tama Wiguna
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika

Latest News Lampung

See More