Bandar Lampung, IDN Times - Belasan emak-emak didampingi Dewan Pimpinan Wilayah Serikat Rakyat Mandiri Indonesia (DPW SRMI) menyambangi kantor DPRD Provinsi Lampung, Senin (28/3/2022). Kedatangan mereka guna menyampaikan keluh kesah, ihwal lonjakan harga hingga keputusan pencabutan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng.
Fatma, salah satu peserta aksi mengatakan, kondisi ini diakui sangat menyulitkan memukul masyarakat kalangan bawah. Mengingat minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan mendasar dalam rumah tangga.
"Kalau dulu harga minyak goreng kemasan per liter 14 ribu tapi sulit didapat, sekarang bisa tembus 26 ribu sampai 28 ribu barang banyak tapi mahalnya minta ampun," ujarnya, saat menyampaikan aspirasi di hadapan Biro Humas dan Protokoler Pemprov Lampung.
