Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Geopolitik Global Memanas, Pemprov Lampung Garansi Stok BBM-LPG Aman
Penampakan situasi SPBU Ratu Dibalau, Bandar Lampung, Selasa (31/3/2026) malam. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
  • Pemprov Lampung memastikan stok BBM dan LPG aman meski situasi geopolitik global memanas, dengan jaminan dari Pertamina bahwa pasokan tetap stabil tanpa pengurangan kuota subsidi.
  • Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying karena distribusi energi berjalan lancar dan kuota sudah disesuaikan dengan kebutuhan konsumsi di Lampung.
  • Pertamina bersama Pemprov Lampung memperkuat pengawasan distribusi agar penyaluran energi merata, tepat sasaran, serta menjaga ketersediaan BBM dan LPG tetap aman bagi masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Selatan, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggaransi ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat di tengah dinamika geopolitik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, pemerintah daerah telah memastikan langsung kondisi pasokan energi di tengah dinamika geopolitik global. Hasilnya, suplai BBM dan LPG di Lampung tetap terjaga.

“Dari Pertamina disampaikan bahwa suplai BBM, terutama subsidi, tidak ada masalah. Begitu juga LPG,” ujarnya usai bertemu dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel di Bandara Internasional Radin Inten II, Senin (6/4/2026).

1. Stok energi aman tanpa pengurangan kuota, minta tidak panic buying

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menggelar pertemuan dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel di Bandara Internasional Radin Inten II. (Dok. Pemprov Lampung).

Mirza menegaskan, Pertamina telah menjamin tidak ada pengurangan kuota BBM subsidi untuk Provinsi Lampung. Distribusi juga disebut berjalan lancar dengan harga yang tetap stabil.

Maka dari itu, ia mengimbau masyarakat Lampung tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Pasalnya, panic buying justru berpotensi mengganggu distribusi di lapangan.

"Kuota yang disediakan sudah disesuaikan dengan kebutuhan konsumsi masyarakat Lampung. Jika pola konsumsi tetap normal, maka pasokan akan tetap aman. Kalau ada panic buying, itu yang bisa membuat pasokan terasa sempit. Padahal sebenarnya cukup,” tegasnya.

2. Pertamina sebut suplai disesuaikan kebutuhan riil masyarakat

Penampakan situasi SPBU Ratu Dibalau, Bandar Lampung, Selasa (31/3/2026) malam. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Erwin Dwiyanto menambahkan, ketersediaan energi di Sai Bumi Ruwa Jurai hingga detik ini dipastikan berada dalam kondisi cukup.

Selain itu, ia menjelaskan penyediaan BBM dan LPG dilakukan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, sehingga distribusi energi tetap terukur dan tidak melebihi jumlah kuota yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Untuk penggunaan BBM subsidi juga masih dalam koridor kuota yang tersedia, karena distribusi sudah disesuaikan mengimbangi kebutuhan masyarakat," katanya.

3. Pengawasan distribusi jadi kunci

Penampakan situasi SPBU Ratu Dibalau, Bandar Lampung, Selasa (31/3/2026) malam. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Erwin menambahkan, Pertamina terus menjaga distribusi agar merata dan tepat sasaran. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dengan pemerintah daerah dalam pengawasan penyaluran energi.

Melalui kondisi pasokan terjaga, pemerintah bakal terus memastikan masyarakat di Lampung tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM maupun LPG, selama konsumsi tetap wajar dan tidak berlebihan.

“Kami berharap dukungan pemerintah daerah untuk bersama-sama melakukan pengawasan agar pendistribusian tepat sasaran,” imbuh dia.

Editorial Team