Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dosen Itera Ikut Tangani Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas

Kab. Lampung Timur
Dosen Itera Ikut Tangani Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas
Penampakan gajah di TNWK, Lampung Timur. (Dok. Balai TNWK).
  • Dosen Teknik Sipil Itera Muhammad Abi Berkah Nadi menjadi konsultan pengawas program mitigasi konflik gajah-manusia di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur.
  • Abi dan tim mengawasi pembangunan jalan, mutu, waktu, biaya, spesifikasi teknis, dokumen pekerjaan, serta dampak lingkungan melalui evaluasi dan koordinasi proyek.
  • Program ini melibatkan ahli lintas bidang untuk memastikan infrastruktur mitigasi dibangun sesuai ketentuan, sekaligus memperhatikan kelestarian kawasan konservasi dan masyarakat sekitar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lampung Timur, IDN Times - Lampung Timur punya tantangan dalam menjaga keseimbangan antara kelestarian gajah Sumatera dan kehidupan masyarakat di sekitar kawasan konservasi. Upaya mitigasi dan penanganan interaksi negatif gajah Sumatera di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) pun melibatkan berbagai keahlian, termasuk bidang teknik sipil.

Dosen Teknik Sipil Institut Teknologi Sumatera (Itera), Muhammad Abi Berkah Nadi, terlibat sebagai tenaga ahli konsultan pengawas dalam program tersebut. Ia mendapat tanggung jawab pada bidang infrastruktur dan konstruksi, termasuk pembangunan jalan serta pengendalian mutu pekerjaan.

  1. 1. Awasi pembangunan jalan hingga pengendalian mutu

    Ilustrasi teknik sipil (pexels.com/Rodolfo Quirós)
    Ilustrasi teknik sipil (pexels.com/Rodolfo Quirós)

    Abi menyampaikan, ia bersama tim tenaga ahli konsultan pengawas mengawasi pelaksanaan pembangunan agar sesuai dengan spesifikasi teknis, volume, biaya, dan waktu yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaannya, Abi bekerjasama dengan tim yang dipimpin Edison Manurung, dosen Universitas Mpu Tantular, serta Mulyono yang menangani bidang sumber daya air.

    Menurut Abi, tim tersebut melakukan pengawasan teknis infrastruktur, pengendalian mutu dan waktu, serta evaluasi dampak lingkungan. Selain mengawasi pekerjaan di lapangan, ia juga bertanggung jawab mengevaluasi kemajuan pembangunan, menyusun laporan berkala, memverifikasi dokumen pekerjaan, serta mengikuti rapat koordinasi dengan pemilik proyek dan kontraktor.

  2. 2. Keahlian teknik sipil diterapkan di kawasan konservasi

    ilustrasi pekerja proyek teknik sipil (freepik.com/Waewkidja)
    ilustrasi pekerja proyek teknik sipil (freepik.com/Waewkidja)

    Abi mengatakan, keterlibatannya dalam program tersebut menjadi kesempatan untuk menerapkan keahlian teknik sipil pada persoalan yang bersinggungan langsung dengan kelestarian lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitar kawasan konservasi.

    “Saya berharap keahlian yang diberikan dapat mendukung pembangunan infrastruktur yang tepat dan memberi manfaat bagi kawasan Taman Nasional Way Kambas serta masyarakat di sekitarnya,” ujar Abi.

    Menurutnya, pembangunan infrastruktur dalam program mitigasi konflik gajah-manusia perlu memperhatikan kondisi kawasan dan dampaknya terhadap lingkungan. Sebab itu, pengawasan tidak hanya berfokus pada penyelesaian fisik pekerjaan, tetapi juga memastikan pembangunan berjalan sesuai ketentuan.

  3. 3. Libatkan tenaga ahli lintas bidang

    ilustrasi seorang ahli (pexels.com/Sora Shimazaki)
    ilustrasi seorang ahli (pexels.com/Sora Shimazaki)

    Program mitigasi dan penanganan interaksi negatif gajah Sumatera di TNWK melibatkan tim tenaga ahli dengan bidang yang berbeda. Abi menangani aspek infrastruktur dan konstruksi, sementara Mulyono menangani bidang sumber daya air di bawah koordinasi Edison Manurung.

    Abi berharap, keterlibatan dalam program tersebut turut memperkuat penerapan keilmuan perguruan tinggi dalam penanganan persoalan lingkungan dan pembangunan di Lampung, khususnya di kawasan Taman Nasional Way Kambas.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More