Mentan Sebut Stok Beras RI Tertinggi, Lampung Ikut Jadi Penyangga

- Mentan Amran Sulaiman menyebut stok beras nasional berada di level tertinggi sepanjang sejarah, hingga pemerintah menyewa tambahan gudang berkapasitas 2 juta ton.
- Pemerintah mulai mengekspor beras, termasuk 1.000 ton ke Malaysia, serta membidik Palestina, Arab Saudi, Qatar, Timor Leste, dan China untuk menyerap stok.
- Di Lampung, 1.242.582 warga menerima alokasi 37.277 ton beras; sementara Bulog telah menyerap sekitar 3,6-3,7 juta ton gabah atau 91 persen target nasional.
Lampung Tengah, IDN Times — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut stok beras Indonesia saat ini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah. Kondisi tersebut membuat pemerintah mulai mendorong ekspor beras ke sejumlah negara.
Amran menyampaikan hal tersebut saat penyerahan bantuan pangan di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Bangun Rejo, Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (26/8/2026).
Menurut Amran, pemerintah bahkan telah menyewa gudang berkapasitas hingga 2 juta ton untuk menampung stok beras. Kapasitas tersebut menjadi tambahan di tengah tingginya cadangan beras nasional.
"Stok beras kita saat ini tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Bahkan kita sudah sewa gudang berkapasitas 2 juta ton," katanya.
1. Pemerintah mulai perluas pasar beras ke luar negeri

ilustrasi ekspor impor, kontainer, peti kemas, pelabuhan (pexels.com/Wolfgang Weiser) Melimpahnya stok beras nasional membuat pemerintah tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Pemerintah juga mulai membuka pasar ekspor untuk menyerap kelebihan stok.
Amran menyebut, Indonesia telah mengirim beras ke sejumlah negara, termasuk Malaysia. Selain itu, pemerintah juga menyasar pasar Palestina, Arab Saudi, dan Qatar.
"Terakhir kemarin 1.000 ton ke Malaysia. Juga ke Palestina, ada Arab Saudi," ujarnya.
Pemerintah menargetkan ekspor beras ke sejumlah negara lainnya. Beberapa pasar yang dibidik antara lain Malaysia, Timor Leste, dan China.
Langkah ekspor tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga keseimbangan stok beras sekaligus memastikan produksi petani tetap terserap.
2. Lebih dari 1,2 juta warga Lampung dapat bantuan pangan

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat ke Lampung Tengah. (IDN Times/Muhaimin) Di tengah tingginya stok beras nasional, pemerintah tetap menyalurkan bantuan pangan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, sebanyak 1.242.582 penerima manfaat di Provinsi Lampung mendapatkan bantuan pangan. Total beras yang dialokasikan untuk penerima di Lampung mencapai 37.277 ton.
Secara nasional, bantuan pangan periode Juli-September 2026 menyasar 33,2 juta penerima manfaat.
"Setiap penerima mendapatkan total 30 kilogram beras untuk tiga bulan. Khusus di Kampung Mekar Jaya, tercatat ada 581 penerima manfaat," jelasnya.
3. Bulog sudah serap 91 persen target gabah

Dirut Bulog RI Ahmad Rizal Riduan. (IDN Times/Muhaimin) Sementara itu, penyerapan gabah oleh Bulog secara nasional telah mencapai sekitar 91 persen dari target 4 juta ton.
Ahmad mengatakan, capaian tersebut setara dengan sekitar 3,6 hingga 3,7 juta ton gabah. Meski target hampir terpenuhi, Bulog memastikan penyerapan hasil panen petani tetap dilanjutkan.
"Petani tidak perlu takut. Walaupun nanti kami sudah mencapai 100 persen 4 juta ton, perintah Bapak Presiden dan Pak Menteri Pertanian, Bulog tetap menyerap hasil panen para petani," kata Ahmad.
Menurutnya, kondisi kemarau saat ini justru membantu Bulog karena gabah lebih cepat kering sehingga kebutuhan penggunaan mesin pengering berkurang.

















