Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Fakta Unik Tim Alfa, dari Udara Personel TNI Buru Api Way Kambas

Kab. Lampung Timur
Fakta Unik Tim Alfa, dari Udara Personel TNI Buru Api Way Kambas
Satuan Elit TNI "Tim Alfa" diterjunkan ke titik api di Karhutla TN Way Kambas, Lampung Timur. (IDN Times/Istimewa).
  • Tim Alfa beranggotakan 40 personel TNI diterjunkan ke Taman Nasional Way Kambas untuk mendeteksi dan memadamkan hotspot di kawasan hutan yang sulit dijangkau dari darat.
  • Operasi diawali pemetaan anomali suhu memakai drone thermal; koordinat hasil survei menjadi acuan pilot menentukan titik penerjunan, lalu personel menyisir area dengan peralatan pemadam.
  • Medan savana dan alang-alang membuat respons darat tidak selalu cepat. Misi ini turut didukung helikopter water bombing serta drone penyemprot untuk menjangkau titik api terpencil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lampung Timur, IDN Times - Suara mesin pesawat memecah langit di atas kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupataen Lampung Timur, Selasa (25/8/2026). Satu per satu, 40 personel TNI bersiap melompat dari ketinggian menuju hamparan hutan di bawah mereka.

Ternyata, personel TNI ini bertugas bukan untuk menjalankan operasi tempur, melainkan untuk memburu api yang mengintai di tengah kawasan hutan yang sulit dijangkau dari darat. Mereka adalah Tim Alfa, tim yang dibentuk atas perintah Presiden dan pimpinan TNI dengan personel yang memiliki kemampuan khusus dari sejumlah matra, terutama kemampuan lintas udara.

Dengan perlengkapan pemadam yang dibawa, para penerjun ditugaskan menyisir kawasan TNWK untuk mencari dan memadamkan hotspot atau titik api berdasarkan koordinat yang telah ditentukan, sebelum api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Berikut IDN Times ulas fakta unik seputar Tim Alfa.

  1. 1. Bukan sekadar pasukan yang bisa terjun dari pesawat

    Tim Alfa TNI.jpg
    Tim Alfa TNI bertugas di Taman Nasional Way Kambas. (Dok. Kodam XXI/Radin Inten).

    Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, kemampuan utama Tim Alfa adalah menjangkau wilayah yang terisolasi ketika akses darat maupun laut tidak memungkinkan. "Tim ini terdiri dari personel-personel yang memiliki kemampuan khusus, utamanya sebagai pasukan lintas udara," kata Kristomei.

    Menurut pangdam, kemampuan tersebut menjadi penting ketika dibutuhkan kecepatan untuk menjangkau lokasi yang sulit ditembus kendaraan karena kondisi medan. Jika akses darat itu sulit dan akses laut tidak ada, dan butuh kecepatan response satu-satunya cara adalah dengan diterjunkan dari udara.

    Kristomei menambahkan, konsep Tim Alfa di TNWK bukan sekadar menerjunkan personel dari udara. Operasi dimulai dengan pemetaan lokasi menggunakan drone thermal atau jenis pesawat tanpa awak pemantauan udara yang dilengkapi kamera inframerah khusus untuk mendeteksi dan mengukur suhu panas suatu objek.

  2. 2. Data drone jadi acuan pilot tentukan titik penerjunan

    ilustrasi drone militer
    ilustrasi drone militer (unsplash.com/Jonas)

    Kristomei menjelaskan, saat drone dioperasikan, terlebih dahulu mencari area dengan anomali suhu yang mengindikasikan hotspot. Data koordinat kemudian diberikan kepada Tim Alfa agar penerjun dapat diarahkan ke lokasi yang tepat.

    Data tersebut menjadi acuan bagi pilot untuk menentukan titik penerjunan. "Pilot bisa menentukan koordinat yang sudah kita berikan untuk menerjunkan para penerjun tadi di titik koordinat yang sudah kita hasilkan dari survei," lanjutnya.

    Begitu mendarat, tugas belum selesai. Para personel langsung bergerak menyisir kawasan dengan membawa peralatan pemadam untuk mencari sumber panas dan mencegah bara kembali menjadi api.

    "Dia terjun sambil membawa alat pemadam kebakaran. Begitu dia turun, langsung bergerak menyisir mana-mana kira-kira titik-titik api yang masih ada berapi untuk dipadamkan supaya tidak berkembang menjadi api lagi," papar Kristomei.

  3. 3. Alasan tim Alfa dikerahkan ke Way Kambas

    IMG_20260825_140921.jpg
    Satuan Elit TNI "Tim Alfa" diterjunkan ke titik api di Karhutla TN Way Kambas, Lampung Timur. (IDN Times/Istimewa).

    Dalam berbagai operasi kemanusiaan, kemampuan lintas udara dapat digunakan ketika waktu menjadi faktor penting dan akses menjadi persoalan utama. Di TNWK, prinsip yang sama diterapkan dengan sasaran berbeda yaitu mengejar hotspot sebelum kembali menjadi kobaran api.

    Mengapa Tim Alfa dibutuhkan di Way Kambas? Kristomei mengatakan, itu terkait kondisi medan. Pasalnya, sebagian kawasan yang terbakar di TNWK merupakan savana dan alang-alang dengan akses yang tidak mudah dijangkau.

    "Kondisi tersebut membuat pemadaman dari darat tidak selalu dapat dilakukan dengan cepat. Karena itu, Tim Alfa digunakan sebagai ujung tombak untuk menembus lokasi yang sulit dijangkau, sementara drone telah berfungsi sebagai mata dari udara," tukas mantan Kapuspen TNI ini.

  4. 4. Didukung helikopter water bombing

    Proses water bombing oleh tim satgas Udara Karhutla Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
    Proses water bombing oleh tim satgas Udara Karhutla Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Selain penerjun, operasi juga didukung helikopter water bombing dan drone penyemprot untuk menjangkau area yang sulit dimasuki personel dengan berjalan kaki.

    "Sama konsepnya sebenarnya untuk kebutuhan kecepatan dan memadamkan hotspot-hotspot yang susah dijangkau dengan jalan kaki," kata Kristomei.

    Menurut Kristomei, bagi TNI, pengerahan Tim Alfa ke TNWK menjadi contoh bagaimana kemampuan yang selama ini identik dengan operasi lintas udara dapat dialihkan untuk misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More