Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Modifikasi Cuaca, 1 Pesawat Dikerahkan Cegah Karhutla di Lampung

Kab. Lampung Selatan
Modifikasi Cuaca, 1 Pesawat Dikerahkan Cegah Karhutla di Lampung
BPBD Provinsi Lampung mulai mengoperasikan modifikasi cuaca. (Dok. BPBD Lampung).
  • Pemprov Lampung memulai Operasi Modifikasi Cuaca pada 26-30 Agustus 2026 dari Bandara Radin Inten II untuk memicu hujan menghadapi kekeringan dan risiko karhutla.
  • Satu pesawat dikerahkan dengan frekuensi penerbangan bergantung kondisi awan. OMC menyasar wilayah kekeringan untuk menambah air pertanian dan mendukung water bombing.
  • Hingga 25 Agustus 2026, Lampung mencatat 194 hotspot di 11 kabupaten, terutama wilayah utara, timur, dan tengah; 28 titik berstatus kepercayaan tinggi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lampung Selatan, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mulai menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), Rabu (26/8/2026). Operasi ini tujuannya memicu hujan turun di tengah ancaman kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Rudy Sjawal Sugiarto mengatakan, OMC dijadwalkan berlangsung selama empat hari ke depan mulai 26 hingga 30 Agustus 2026. Posko operasi di Bandara Internasional Radin Inten II, Kabupaten Lampung Selatan.

"Kalau ada pertumbuhan awan itu langsung kita semai. Kita melihat berdasarkan data yang disajikan oleh BMKG hari ini, ada pertumbuhan awan di beberapa wilayah," ujarnya dikonfirmasi.

  1. 1. Satu pesawat dikerahkan

    IMG-20260826-WA0017.jpg
    BPBD Provinsi Lampung mulai mengoperasikan modifikasi cuaca. (Dok. BPBD Lampung).

    Dalam menjalankan operasi tersebut, Rudy mengatakan, pihaknya mengerahkan satu unit pesawat. Namun, jumlah penerbangan setiap hari tidak ditentukan secara tetap karena bergantung pada kondisi dan keberadaan awan memungkinkan untuk disemai.

    "Kalau bisa lima kali terbang, kalau hanya bisa dua, ya dua. Jadi tergantung dengan kondisi cuacanya seperti apa," ucap dia.

    Menurutnya, OMC menyasar wilayah mengalami maupun berpotensi terdampak kekeringan. Termasuk daerah yang membutuhkan tambahan pasokan air.

    "Kalau ada pertumbuhan awan di situ kita melakukan OMC untuk meningkatkan debit air. Karena air sangat dibutuhkan untuk pertanian, dan bisa juga untuk water bombing," lanjutnya.

  2. 2. Waktu hujan turun bergantung kondisi awan

    IMG-20260826-WA0021.jpg
    BPBD Provinsi Lampung mulai mengoperasikan modifikasi cuaca. (Dok. BPBD Lampung).

    Rudy menjelaskan, hujan tidak bisa dipastikan langsung turun setelah proses penyemaian. Sebab, waktu turunnya hujan bergantung pada ketebalan dan kondisi awan yang disemai.

    Namun, OMC diharapkan dapat membantu meningkatkan ketersediaan air untuk kebutuhan pertanian sekaligus mendukung penanganan karhutla. Termasuk penyediaan sumber air untuk kebutuhan water bombing.

    "Ini jadi salah satu upaya kita bersama. Jika kondisi masih membutuhkan intervensi setelah OMC berakhir pada 30 Agustus 2026, Pemprov Lampung akan kembali berkoordinasi dengan BNPB untuk memperpanjang operasi," ucap dia.

  3. 3. Ada 194 titik panas di Lampung

    IMG-20260826-WA0024.jpg
    BPBD Provinsi Lampung mulai mengoperasikan modifikasi cuaca. (Dok. BPBD Lampung).

    Berdasarkan data BPBD Provinsi Lampung diterima IDN Times, terdapat 194 titik panas (hotspot) hingga 25 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, 28 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi, 164 titik tingkat kepercayaan sedang, dan dua titik tingkat kepercayaan rendah.

    Sebaran hotspot tersebut terkonsentrasi di wilayah utara, timur, dan tengah Lampung mencakup 11 kabupaten. Sementara pada 26 Agustus 2026 hingga pukul 08.20 WIB, BPBD mencatat 50 hotspot. Rinciannya, 47 titik memiliki tingkat kepercayaan rendah dan tiga titik tingkat kepercayaan sedang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More