Diguyur Water Bombing, Titik Api Baru di Way Kambas Diklaim Padam

- Titik api baru di Resort Rantau Jaya, Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, dipastikan padam setelah pemadaman melalui water bombing helikopter.
- Balai TNWK belum mengetahui penyebab dan luas area terdampak; kebakaran terjadi di padang alang-alang yang mengering pada musim kemarau.
- TNWK meningkatkan patroli bersama TNI-Polri, penegakan hukum, edukasi warga, dan alternatif pakan ternak untuk mencegah pembakaran serta aktivitas ilegal pemicu kebakaran.
Lampung Timur, IDN Times - Kemunculan titik api baru di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur tepatnya wilayah kerja Resort Rantau Jaya diklaim berhasil dipadamkan.
Dari video diterima IDN Times, memperlihatkan area hutan atau lahan perkebunan baru saja selesai dipadamkan pascakebakaran. Permukaan tanah tampak ditutupi oleh sisa-sisa abu hitam bekas pembakaran dan dedaunan kering.
Perekam berjalan menyusuri area tanah basah untuk mengecek kondisi lahan secara langsung. Terlihat, tanah dan serasah daun sudah basah terkena siraman air dari udara atau water bombing, memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa.
"Alhamdulillah, lokasi setelah di-water bombing api padam, bagian bawahnya sudah basah. Alhamdulillah, mantap, mantap alhamdulillah sudah basah," kata petugas perekam video tersebut.
1. Pemadaman didukung water bombing

Petugas memadamkan api di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur tepatnya wilayah kerja Resort Rantau Jaya, Rabu (26/8/2026). (Dok. Balai TNWK). Terkait informasi ini, Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi mengamini kemunculan titik api di wilayah tersebut telah berhasil dipadamkan setelah dilakukan upaya water bombing menggunakan helikopter.
"Alhamdulillah padam. Ya, di water bombing," ujarnya dikonfirmasi.
Meski demikian, ia belum dapat memastikan ihwal penyebab dan luasan lahan yang terdampak akibat kebakaran tersebut. "Area terbakar padang alang-alang, belum (penyebab dan luasan terdampak)," lanjut dia.
2. Selain faktor alam, indikasi ada aktivitas masyarakat

Petugas memadamkan api di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur tepatnya wilayah kerja Resort Rantau Jaya, Rabu (26/8/2026). (Dok. Balai TNWK). Merujuk rangkaian peristiwa karhutla di Way Kambas, Zaidi menambahkan, selain faktor alam di tengah musim kemarau mengakibatkan kekeringan, TNWK juga menemukan sejumlah persoalan sosial yang berpotensi memicu kebakaran.
Di antaranya aktivitas masyarakat mengambil rumput di dalam kawasan, perburuan ilegal yang menggunakan pembakaran untuk menarik satwa, serta pembukaan jalur akses dengan cara membakar vegetasi bawah.
"Karena itu, TNWK melakukan patroli pencegahan dan deteksi dini bersama TNI dan Polri. Upaya penegakan hukum juga diperkuat, termasuk terhadap aktivitas perburuan ilegal yang dinilai memiliki kaitan dengan kejadian kebakaran di sejumlah lokasi," katanya.
3. Dorong penguatan edukasi masyarakat

Petugas memadamkan api di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur tepatnya wilayah kerja Resort Rantau Jaya, Rabu (26/8/2026). (Dok. Balai TNWK). Zaidi juga mendorong penguatan edukasi kepada masyarakat serta penyediaan alternatif pakan ternak, agar warga tidak perlu mengambil rumput dengan cara membakar kawasan.
"Sosialisasi juga diperlukan untuk mencegah pembakaran lahan di sekitar kawasan yang berpotensi merembet ke dalam taman nasional," imbuh Zaidi.


















