Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BPS: Tingkat Pengangguran Terbuka Lampung Turun 3,95 Persen

BPS: Tingkat Pengangguran Terbuka Lampung Turun 3,95 Persen
ilustrasi pengangguran (pexels.com/Nathan Cowley)
Intinya Sih
  • Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Lampung turun menjadi 3,95 persen pada Februari 2026, menunjukkan tren perbaikan pasar kerja dibandingkan dua tahun sebelumnya.
  • Jumlah penduduk bekerja meningkat hingga 4,91 juta orang dengan penyerapan tenaga kerja baru sekitar 34,53 ribu orang selama periode Februari 2025–Februari 2026.
  • Pekerja formal di Lampung naik dari 1,43 juta menjadi 1,52 juta orang, sementara pekerja informal menurun; mayoritas masih didominasi buruh dan sektor pertanian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandar Lampung, IDN Times - Data Keadaan Ketenagakerjaan Provinsi Lampung periode Februari 2026 dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung. Data menunjukkan adanya peningkatan jumlah penduduk bekerja serta penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) secara tahunan.

Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution menjelaskan, TPT Provinsi Lampung pada Februari 2026 tercatat sebesar 3,95 persen. Angka ini menurun dibandingkan posisi Februari 2025 yang sebesar 4,07 persen, dan Februari 2024 yang sebesar 4,12 persen sekaligus menunjukkan tren perbaikan kondisi pasar kerja.

1. Jumlah Penduduk Usia Kerja Lampung 7,24 juta Februari 2026

Ilustrasi karyawan manufaktur dalam pabrik (unsplash/Remy Gieling)
Ilustrasi karyawan manufaktur dalam pabrik (unsplash/Remy Gieling)

Secara keseluruhan, jumlah Penduduk Usia Kerja di Provinsi Lampung pada Februari 2026 mencapai 7,24 juta orang naik 1,32 persen. Dari jumlah tersebut, 5,11 juta orang merupakan Angkatan Kerja (AK) naik 0,59 persen. Sementara 2,12 juta orang termasuk Bukan Angkatan Kerja (BAK) naik 3,10 persen, seperti sekolah, mengurus rumah tangga, dan lainnya.

“Jumlah penduduk yang bekerja mencapai 4.913,59 ribu orang. Sepanjang periode Februari 2025 hingga Februari 2026, terjadi penyerapan tenaga kerja sebesar 34,53 ribu orang,” terang Ahmadriswan dalam keterangan resmi, Rabu (6/5/2026).

Sejalan dengan itu, jumlah pengangguran tercatat sebesar 202,32 ribu orang, menurun sebesar 4,49 ribu orang dibandingkan Februari 2025. Tren ini menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, baik dari sisi jumlah maupun tingkat pengangguran.

2. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja laki-laki lebih tinggi

ilustrasi karyawan dan mentor di tempat kerja (unsplash.com/azwedo)
ilustrasi karyawan dan mentor di tempat kerja (unsplash.com/azwedo)

Ahmad mengatakan, dari sisi Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) secara umum menurun periode Februari 2024 hingga Februari 2026. TPAK laki-laki masih lebih tinggi dibandingkan TPAK perempuan. Namun keduanya sama-sama menunjukkan tren penurunan dari Februari 2024 hingga Februari 2026.

Selain itu, jumlah pengangguran menurun dari 207,70 ribu orang di Februari 2024 menjadi 206,80 ribu orang di Februari 2025, dan kembali turun menjadi 202,32 ribu orang di Februari 2026. Sejalan dengan itu, Tingkat Pengangguran Terbuka juga menunjukkan tren menurun.

"TPT tercatat sebesar 4,12 persen di Februari 2024, turun menjadi 4,07% di Februari 2025, dan kembali turun menjadi 3,95 persen di Februari 2026," urai Ahmad.

3. Mayoritas pekerja buruh

Ilustrasi buruh (pexels.com/Rizky Rafael)
Ilustrasi buruh (pexels.com/Rizky Rafael)

Ahmad menyatakan, dari sisi kualitas pekerjaan, mayoritas penduduk yang bekerja merupakan Pekerja Penuh (bekerja minimal 35 jam seminggu) sebanyak 2.944,72 ribu orang atau sekitar 59,93 persen. Proporsi pekerja penuh mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebaliknya, Tingkat Setengah Pengangguran menurun signifikan menjadi 423,46 ribu orang. Sementara itu, Pekerja Paruh Waktu (Pekerja Paruh Waktu adalah mereka yang bekerja kurang dari 35 jam seminggu, tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain) tercatat sebanyak 1.545,41 ribu orang dengan tren yang relatif stabil.

Pada Februari 2026, kelompok status pekerjaan terbesar masih didominasi buruh/karyawan/pegawai dan berusaha sendiri. Selama setahun terakhir, terjadi peningkatan jumlah pekerja pada kategori Buruh/Karyawan/Pegawai serta pekerja formal lainnya.

Perkembangan ini sejalan dengan tren peningkatan proporsi Jumlah penduduk yang bekerja pada kegiatan formal mengalami peningkatan dan mengalami penurunan pada kegiatan informal selama Februari 2025–Februari 2026. Pekerja formal meningkat dari 1.434,47 ribu orang menjadi 1.527,78 ribu orang, sedangkan pekerja informal menurun dari 3.444,59 ribu orang menjadi 3.385,80 ribu orang.

4. Proporsi penduduk bekerja berdasarkan jenjang pendidikan

Ilustrasi pendidikan formal (freepik.com)
Ilustrasi pendidikan formal (freepik.com)

Dilihat dari lapangan usaha, distribusi penduduk bekerja masih didominasi sektor Pertanian, Perdagangan, dan Industri Pengolahan. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tetap menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Provinsi Lampung.

Selama Februari 2025-Februari 2026, proporsi penduduk bekerja mengalami peningkatan pada jenjang Pendidikan SMP, SMA, dan SMK. Mayoritas penduduk yang bekerja memiliki tingkat pendidikan SD ke bawah sebesar 1.791,30 ribu orang atau 36,46 persen.

Tingkat pendidikan SMP sebesar 1.224,43 orang atau 24,92 persen, tingkat pendidikan SMA sebesar 977,64 ribu atau 19,90 persen, tingkat pendidikan SMK sebesar 483,05 ribu orang atau 9,83 persen. Tingkat pendidikan Diploma ke Atas sebesar 437,16 ribu orang atau 8,90 persen.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More