REI Lirik Program Pemkot Bandar Lampung untuk Dibawa ke Nasional

- REI mengapresiasi program Pemkot Bandar Lampung yang mampu menyediakan layanan gratis bagi 1,3 juta warga dengan APBD Rp1,2 triliun dan berencana membawanya ke tingkat nasional.
- Kebijakan Pemkot dalam memfasilitasi akses permodalan dinilai efektif mendorong ekonomi kerakyatan, sejalan dengan dukungan REI terhadap program pembangunan 3 juta rumah pemerintah pusat.
- Wali Kota Eva Dwiana menegaskan pentingnya investasi properti berwawasan lingkungan melalui penyediaan ruang hijau, sistem drainase, serta program penghijauan dan BSPS untuk masyarakat.
Bandar Lampung, IDN Times – Kunjungan Real Estate Indonesia (REI) ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung membuka peluang besar bagi program daerah menembus level nasional.
Rombongan REI yang dipimpin Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto, disambut langsung Wali Kota Eva Dwiana di Aula Semergou, Rabu (6/5/2026).
Dalam pertemuan itu, Joko mengaku terkesan dengan berbagai program yang dijalankan Pemkot Bandar Lampung. Ia menilai, dengan APBD sekitar Rp1,2 triliun, pemerintah kota mampu menghadirkan layanan gratis bagi sekitar 1,3 juta penduduk.
Menurutnya, capaian tersebut tidak banyak ditemui di daerah lain, terutama dalam hal akses layanan kesehatan dan pendidikan.
“Ini luar biasa. Di banyak daerah lain, masyarakat masih kesulitan mengakses layanan karena biaya,” ujarnya.
1. Akses permodalan dorong ekonomi kerakyatan

Selain layanan dasar, REI juga menyoroti kebijakan pemkot memfasilitasi akses permodalan bagi pelaku usaha melalui dukungan bunga pinjaman.
Joko menilai, langkah ini efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan. Ia bahkan telah meminta izin untuk mempresentasikan program unggulan tersebut ke pemerintah pusat.
“Kami ingin membawa konsep ini ke nasional karena terbukti berjalan efektif,” katanya.
Kunjungan ini juga berkaitan dengan dukungan REI terhadap program pembangunan 3 juta rumah dari pemerintah pusat.
Salah satu instrumen utamanya adalah skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
"Pelaksanaan program di lapangan tetap berbasis mekanisme pasar, menyesuaikan kebutuhan dan permintaan hunian," jelas Joko.
2. Pemkot buka peluang investasi properti

Di sisi lain, Eva Dwiana menegaskan sektor properti memiliki peran penting dalam mendorong ekonomi daerah.
Ia menyebut, pembangunan perumahan tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Pemkot, kata Eva, berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan perizinan serta pembangunan infrastruktur pendukung kawasan hunian.
“Peran REI sangat kami harapkan sebagai mitra strategis dalam menyediakan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus mendorong ekonomi,” ujarnya.
3. Ingatkan pengembang tetap perhatikan lingkungan

Meski membuka peluang investasi, Eva mengingatkan pengembang untuk tetap memperhatikan aspek lingkungan, seperti penyediaan ruang terbuka hijau dan sistem drainase guna mencegah banjir.
"Kami juga tengah menggencarkan program penghijauan di kawasan Kota Baru dengan target 5.000 pohon. Saat ini, sekitar 2.000 pohon telah ditanam di lahan seluas 5,4 hektare," ungkapnya.
Selain itu, pemerintah kota sedang menyiapkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang akan segera ditinjau kementerian terkait.

















