Data BPS, Angkutan Laut Dominasi Transportasi Lampung Maret 2026

- Mobilitas masyarakat Lampung Maret 2026 meningkat di semua moda transportasi, dengan tren berbeda antara angkutan udara, laut, dan kereta api menurut data BPS.
- Angkutan laut mencatat lonjakan tertinggi mencapai 112.393 penumpang atau naik lebih dari 238 persen dibanding bulan sebelumnya melalui Pelabuhan Bakauheni.
- Angkutan udara dan kereta api juga tumbuh positif; penumpang pesawat tembus 54 ribu orang dan kereta api sekitar 84 ribu, menandakan pemulihan mobilitas masyarakat Lampung.
Bandar Lampung, IDN Times - Mobilitas masyarakat di Provinsi Lampung Maret 2026 menunjukkan dinamika cukup beragam di berbagai moda transportasi. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya perbedaan tren antara angkutan udara, laut, hingga kereta api, seiring perubahan kebutuhan perjalanan dan aktivitas masyarakat.
Secara umum, peningkatan mobilitas terlihat di beberapa sektor, terutama angkutan laut mengalami lonjakan signifikan. Sementara itu, moda lain seperti angkutan udara dan kereta api juga mencatat perubahan, baik secara bulanan (month-to-month) maupun tahunan (year-on-year), mencerminkan pola perjalanan masyarakat Lampung sepanjang awal 2026.
1. Angkutan udara naik, penumpang tembus 54 ribu orang

Jumlah keberangkatan penumpang angkutan udara melalui Bandara Radin Inten II pada Maret 2026 berdasarkan data BPS Lampung tercatat sebanyak 54.308 orang. Angka ini mengalami kenaikan cukup tinggi secara bulanan.
Secara month-to-month (m-to-m), jumlah penumpang naik 23,02 persen dibanding Februari 2026. Bahkan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/y-on-y), kenaikannya mencapai 40,12 persen.
Peningkatan ini menunjukkan mulai pulihnya minat masyarakat terhadap transportasi udara, seiring kebutuhan perjalanan jarak jauh yang kembali meningkat, baik untuk keperluan bisnis maupun wisata.
2. Angkutan laut melonjak drastis, tembus 112 ribu penumpang

Berbeda dengan moda lainnya, angkutan laut justru mencatat lonjakan paling signifikan. Jumlah penumpang yang berangkat melalui Pelabuhan Bakauheni pada Maret 2026 mencapai 112.393 orang. Angka ini melonjak tajam sebesar 238,29 persen (m-to-m) dibanding bulan sebelumnya. Sementara secara tahunan, kenaikannya bahkan mencapai 250,82 persen (y-on-y).
Lonjakan ini diduga berkaitan dengan meningkatnya mobilitas antarwilayah, terutama arus perjalanan dari Sumatra ke Jawa dan sebaliknya, yang memang didominasi oleh transportasi laut melalui Pelabuhan Bakauheni.
3. Kereta api stabil, penumpang capai 84 ribu orang

Sementara itu, angkutan kereta api di Stasiun Tanjungkarang mencatat jumlah penumpang sebanyak 84.637 orang pada Maret 2026. Moda ini menunjukkan tren yang relatif stabil dibandingkan moda lainnya.
Secara bulanan, jumlah penumpang kereta api meningkat 12,88 persen, sedangkan secara tahunan naik 19,10 persen. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa kereta api masih menjadi pilihan transportasi yang konsisten bagi masyarakat, terutama untuk perjalanan dalam wilayah Lampung dan sekitarnya.
Secara keseluruhan, perkembangan transportasi di Lampung pada Maret 2026 memperlihatkan pemulihan mobilitas yang semakin kuat. Lonjakan terbesar terjadi pada angkutan laut, sementara moda udara dan kereta api juga menunjukkan tren positif meski dengan pertumbuhan yang lebih moderat.


















