Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kapal Nelayan Ditabrak Kargo di Perairan Lampung Selatan, 1 ABK Hilang

Kapal Nelayan Ditabrak Kargo di Perairan Lampung Selatan, 1 ABK Hilang
Tim SAR gabungan melaksanakan operasi pencarian terhadap korban nelayan hilang, Ajum (53). (Dok. Basarnas Lampung).
Intinya Sih
  • Kapal nelayan KM Bima Suci tertabrak kapal kargo di perairan Kalianda, Lampung Selatan, menyebabkan satu awak bernama Ajum hilang dan tiga lainnya berhasil selamat.
  • Insiden terjadi saat para nelayan sedang beristirahat dengan kapal lego jangkar, diduga tidak menyadari datangnya kapal kargo karena kondisi gelap dan minim penerangan.
  • Tim SAR gabungan dari berbagai instansi terus melakukan pencarian korban hilang menggunakan perahu karet, RIB, serta alat pendeteksi bawah air meski sempat terhambat cuaca buruk.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lampung Selatan, IDN Times - Kecelakaan laut terjadi di perairan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (5/5/2026) dini hari. Satu kapal nelayan KM Bima Suci dilaporkan tertabrak oleh kapal kargo hingga mengakibatkan satu orang nelayan hilang.

Komandan Pos (Danpos) SAR Bakauheni, Rezie Kuswara membenarkan adanya peristiwa tersebut. Insiden itu pertama kali dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung pada pukul 12.40 WIB oleh Polairud Pandegelang.

"Laporan ditindaklanjuti dengan pemberangkatan tim rescue dari Pos SAR Bakauheni menuju lokasi kejadian. Satu nelayan hilang masih dalam pencarian tim SAR gabungan," ucapnya dikonfirmasi, Rabu (6/5/2026).

1. Kapal nelayan angkut empat awak

IMG-20260506-WA0002.jpg
Tim SAR gabungan melaksanakan operasi pencarian terhadap korban nelayan hilang, Ajum (53). (Dok. Basarnas Lampung).

Rezie menjelaskan, kapal nelayan tersebut sebelumnya berangkat melaut untuk mencari ikan di perairan Merak Belantung dengan membawa empat orang awak, Senin (4/5/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Sekitar pukul 03.00 WIB, kapal nelayan ini tertabrak kapal kargo di perairan Kalianda.

"Dalam insiden laka laut ini, tiga orang selamat, sementara satu orang atas nama Ajum (53) dilaporkan hilang,” ucapnya.

2. Para korban terlempar ke laut saat tertidur

IMG_20260506_071823.jpg
Titik insiden kecelakaan laut kapal nelayan KM Bima Suci di perairan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (5/5/2026) dini hari. (Dok. Basarnas Lampung).

Berdasarkan informasi awal dari korban selamat, Rezie melanjutkan, saat kejadian berlangsung para nelayan diduga sedang beristirahat dengan kondisi kapal lego jangkar. Mereka tidak menyadari datangnya kapal kargo hingga terjadi tabrakan.

Akibat benturan tersebut, para awak kapal diduga terlempar ke laut. Kondisi minim penerangan di kapal juga disebut menjadi salah satu faktor yang memperparah situasi saat kejadian.

“Ini masih bersifat praduga, korban tidak melihat jelas kapal kargo yang menabrak karena kondisi saat kejadian gelap,” jelas Rezie.

3. Tiga selamat, satu masih dalam pencarian

ilustrasi tenggelam (pexels.com/Luca Nardone)
ilustrasi tenggelam (pexels.com/Luca Nardone)

Dari empat orang awak berada di kapal nelayan tersebut, Rezie menyampaikan, tiga orang berhasil selamat yakni Kalori (nahkoda), Uyut, dan Herman. Sementara satu korban lainnya, Ajum (53), warga Pandeglang, Banten hingga kini masih dalam pencarian.

Dalam upayanya, tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian yang berada sekitar 19,5 nautical mile arah barat-barat laut dari Pos SAR Bakauheni. Basarnas Lampung juga mengerahkan sejumlah peralatan seperti rigid inflatable boat (RIB), perahu karet, alat selam, hingga perangkat pendeteksi bawah air.

Selain itu, operasi SAR turut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Ditpolairud Polda Lampung, Polairud Polres Lampung Selatan, Pos TNI AL Kalianda, serta nelayan setempat.

“Kami mengoptimalkan seluruh unsur dan peralatan yang ada serta memperkuat koordinasi lintas instansi agar pencarian korban dapat berjalan maksimal,” kata Rezie.

4. Pencarian sempat dihentikan akibat cuaca buruk

IMG-20260506-WA0000.jpg
Tim SAR gabungan melaksanakan operasi pencarian terhadap korban nelayan hilang, Ajum (53). (Dok. Basarnas Lampung).

Rezie menambahkan, operasi pencarian terhadap korban hilang Ajum masih nihil hingga Selasa (5/5/2026) pukul 17.45 WIB. Alhasil, operasi SAR hari pertama terpaksa dihentikan sementara akibat hujan lebat yang membatasi jarak pandang di lokasi kejadian.

Rencananya, operasi pencarian akan dilanjutkan kembali sesuai rencana operasi hari kedua, Rabu (6/5/2026) pukul 07.00 WIB.

"Mohon doa dan dukungannya. Tim SAR berharap korban segera ditemukan, sementara proses pencarian akan terus dilakukan dengan memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan personel di lapangan," imbuh Rezie.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More