BI Lampung Gelar FESyar 2026, Apa Saja Rangkaian Acaranya?

- Bank Indonesia Lampung akan menggelar Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026 pada 8–10 Mei di Lampung City Mall untuk memperkuat ekonomi daerah dan sektor halal.
- FESyar menghadirkan talkshow bertema wakaf digital, investasi Gen Z, hingga wirausaha muda muslim serta lima kompetisi besar guna menarik partisipasi masyarakat.
- Daya beli masyarakat Lampung tetap kuat dengan inflasi terkendali di 0,53 persen, menjadi penopang pertumbuhan ekonomi dan pengembangan ekosistem syariah sepanjang 2026.
Bandar Lampung, IDN Times – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung bakal menggelar Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026. FESyar digelar 8–10 Mei 2026 di Lampung City Mall.
Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Ahmad P Subarkah, mengatakan, momentum ini dimanfaatkan untuk mendorong sektor halal dan UMKM agar semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
1. FESyar hadirkan rangkaian kegiatan menarik

FESyar 2026 akan berlangsung selama tiga hari dengan berbagai kegiatan, mulai dari talkshow inspiratif hingga kompetisi. "Terdapat empat sesi talkshow yang mengangkat tema wakaf dan zakat digital, halal value chain, investasi generasi Z, hingga pengembangan wirausaha muda muslim," katanya.
Selain itu, ada lima kompetisi besar berhadiah jutaan rupiah seperti lomba Halal Chef, Nasyid, Dakwah Ekonomi Syariah, Sharia Economic Battle, hingga Cangkir Barista.
Melalui FESyar, BI Lampung juga mendorong penguatan tiga pilar utama, yakni perluasan halal value chain, pembiayaan syariah, dan literasi gaya hidup halal. “UMKM menjadi fokus utama agar bisa naik kelas, termasuk melalui sertifikasi halal dan digitalisasi,” jelas Ahmad.
2. Daya beli masyarakat tetap terjaga

Ahmad juga menyoroti daya beli masyarakat Lampung yang tetap terjaga pada triwulan I 2026 menjadi salah satu fondasi penguatan ekonomi daerah, sekaligus membuka peluang besar pengembangan ekonomi syariah melalui gelaran
Menurut Ahmad, kuatnya konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Lampung yang mencapai 5,58 persen (yoy).
“Permintaan domestik, khususnya konsumsi masyarakat, masih sangat baik dan menjadi penopang utama ekonomi,” ujarnya saat Bincang Literasi, Rabu (6/5/2026).
3. Inflasi tetap terkendali

Di sisi lain, inflasi Lampung April 2026 tercatat tetap terkendali di angka 0,53 persen (yoy), memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjaga daya beli.
Dengan konsumsi yang kuat serta dukungan penguatan ekonomi syariah melalui FESyar, BI optimistis pertumbuhan ekonomi Lampung akan tetap terjaga sepanjang 2026.
“Sinergi antar pihak akan terus diperkuat untuk menjaga momentum pertumbuhan ini,” tutur Ahmad.


















