Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bocah 10 Tahun Korban Banjir di Bandar Lampung Ditemukan Meninggal
Tim SAR melaksanakan proses evakuasi terhadap jasad korban Satriya (10). (Dok. Basarnas Lampung).
  • Seorang bocah 10 tahun bernama Satriya ditemukan meninggal setelah terseret arus banjir di Rajabasa, Bandar Lampung, usai hujan lebat melanda wilayah tersebut.
  • Tim SAR gabungan melakukan pencarian sejak Jumat malam dengan penyisiran darat dan bantuan drone thermal hingga akhirnya korban ditemukan sekitar 800 meter dari lokasi awal.
  • Basarnas Lampung menutup operasi pencarian dan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana serupa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Seorang bocah usia 10 menjadi salah satu dari dua korban terseret arus banjir akibat hujan lebat melanda wilayah Kota Bandar Lampung ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia.

Korban diketahui bernama Satriya (10),warga Jalan Abdul Hamid, Rajabasa, Bandar Lampung. Ia dilaporkan hanyut terseret arus banjir di wilayah setempat, Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

"Benar sekitar pukul 08.15 WIB, korban anak ini akhirnya ditemukan sekitar 800 meter dari lokasi kejadian awal dalam kondisi meninggal dunia," ujar Dantim Rescuer, Ridho Afriza dikonfirmasi, Sabtu (7/3/2026).

1. Pencarian diawali penyisiran sekitar lokasi hanyut

Tim SAR melaksanakan proses evakuasi terhadap jasad korban Satriya (10). (Dok. Basarnas Lampung).

Pascadilaporkan korban hanyut dan hilang, Ridho mengungkapkan, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung pertama kali menerima informasi kejadian dari Camat Rajabasa sekitar pukul 18.30 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue Basarnas Lampung langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian dan tiba sekitar pukul 19.30 WIB, untuk melakukan koordinasi serta pencarian bersama unsur SAR gabungan.

"Pencarian dilakukan sejak Jumat malam setelah kejadian. Tim SAR gabungan langsung melakukan penyisiran dan pencarian secara visual di sekitar lokasi korban diduga hanyut," ucapnya.

2. Telah dievakuasi ke rumah duka

Tim SAR melaksanakan proses evakuasi terhadap jasad korban Satriya (10). (Dok. Basarnas Lampung).

Dalam proses pencarian tersebut, Ridho menyebutkan, tim SAR juga sempat mengevakuasi seorang warga lanjut usia bernama Aripin Rahman (50) yang berada di sekitar area pencarian dalam keadaan selamat.

Memasuki hari kedua operasi SAR, Sabtu (7/3/2026) pagi, tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian dengan memperluas area penyisiran hingga sekitar 4 kilometer ke arah hilir, serta memanfaatkan drone thermal untuk membantu pemantauan dari udara.

"Korban Satriya akhirnya ditemukan sekitar 800 meter dari lokasi kejadian awal dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah duka," ungkapnya.

3. Basarnas imbau warga waspada cuaca ekstrem

Tim SAR melaksanakan proses evakuasi terhadap jasad korban Satriya (10). (Dok. Basarnas Lampung).

Ditemukannya korban tersebut, Ridho menambahkan, operasi SAR resmi diusulkan untuk dihentikan dan dinyatakan selesai, serta seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.

"Basarnas Lampung mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada di tengah dampak cuaca ekstrem bisa sewaktu-waktu terjadi," imbuhnya.

Editorial Team