Ada Demo Besar di Lampung Besok, Orang Tua Ingin Sekolah Libur

- Orang tua berharap sekolah libur
- Ojol klaim aksi akan berlangsung damai
- Kerahkan 1.257 personel gabungan
Bandar Lampung, IDN Times -Aliansi Lampung Melawan akan menggelar aksi bertajuk "Lampung Menolak Diam, Indonesia (C)emas", Senin (1/9/2025). Sejumlah warga Bandar Lampung angkat bicara terkait rencana aksi tersebut.
Deka Agustina Ramlan, mengatakan, memiliki buah hati kelas 2 sekolah di SD Negeri 2 Rawa Laut. Meski lokasi sekolah jauh dari rencana titik massa unjuk rasa di DPRD Provinsi Lampung, ia tetap merasa khawatir.
"Meski jauh dari lokasi demo, tapi sekolah anak saya ini dekat jalur protokol yang bakal dilalui massa aksi. Kami hanya khawatir ricuh,” terang pegawai swasta ini, Minggu (31/8/2025).
1. Berharap siswa belajar di rumah

Deka menjelaskan, mayoritas orang tua berharap pihak sekolah meliburkan aktivitas belajar tatap muka. Jika tidak, sebagian besar memilih anaknya untuk tidak masuk sekolah.
“Kami belajar dari pengalaman di kota lain, di mana demo berujung anarkis. Jadi lebih baik anak belajar di rumah saja,” katanya.
Pendapat lainnya disampaikan Salim, pedagang di sekitar DPRD Provinsi Lampung. Ia juga berharap aksi bisa berlangsung tertib.
Ia khawatir kericuhan justru merugikan masyarakat kecil yang mencari nafkah di sekitar lokasi. “Kami berharap tidak ada kekacauan. Kalau ribut, dagangan kami juga pasti sepi,” ungkapnya.
2. Ojol klaim aksi akan berlangsung damai

Ojek online salah satu elemen masyarakat rencana ikut aksi massa besok di kantor DPRD Provinsi Lampung. Terkait hal itu, Ismadi, seorang pengemudi ojek online mengatakan, aksi yang berlangsung damai tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.
“Kalau ricuh, jalanan pasti macet, orderan kami terganggu. Jadi semoga massa aksi bisa tertib dan tidak merugikan orang lain,” tuturnya.
3. Kerahkan 1.257 personel gabungan

Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika menjelaskan, sebanyak 1.257 personel gabungan dari Polda Lampung, Polresta Bandar Lampung, serta TNI akan dikerahkan untuk kelancaran dan mengamankan jalur jalannya aksi. Dari jumlah tersebut, 432 personel disiagakan di Mapolresta Bandar Lampung dan Polsek jajaran untuk standby pengamanan.
Menurutnya, penyampaian pendapat di muka umum adalah hak setiap warga negara yang dijamin undang-undang. Namun, hak tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab tanpa mengganggu ketertiban umum atau merugikan masyarakat lainnya.
“Silakan sampaikan aspirasi, itu hak yang dijamin konstitusi. Tapi mari kita lakukan dengan cara-cara yang tertib, damai, dan tidak menimbulkan keresahan,” katanya.
4. Keberhasilan pengamanan sangat membutuhkan dukungan

Helmy menyatakan, kepolisian bersama seluruh pihak terkait siap memberikan pengamanan agar jalannya aksi tetap aman dan terkendali. Namun, keberhasilan pengamanan juga sangat membutuhkan dukungan serta partisipasi masyarakat untuk menjaga ketertiban.
“Kami mengajak semua elemen masyarakat, adik-adik mahasiswa, buruh, maupun organisasi lainnya untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Lampung. Aspirasi tersampaikan, keamanan juga wajib tetap terjaga,” tambahnya.