Hilang Waktu Sahur, Nenek di Pringsewu Tewas Tercebur di Sumur

- Seorang nenek bernama Uhe (88) ditemukan meninggal dunia di dalam sumur dekat rumahnya di Pekon Totokarto, Pringsewu, setelah sempat hilang saat waktu sahur.
- Polisi dan warga mengevakuasi jasad korban tanpa menemukan tanda kekerasan, sementara hasil pemeriksaan medis menyebutkan korban meninggal akibat tenggelam.
- Keluarga menjelaskan korban memiliki gangguan penglihatan dan diduga terjatuh ke sumur saat kondisi sekitar gelap serta gerimis; pihak keluarga menolak autopsi dan menerima peristiwa sebagai musibah.
Pringsewu, IDN Times - Seorang nenek ditemukan meninggal dunia di dalam sumur samping rumahnya di Pekon Totokarto, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Selasa (24/2/2026) dini hari.
Korban bernama Uhe (88), warga RT 08 RW 03 Pekon Totokarto ditemukan mengapung di dalam sumur yang hanya berjarak sekitar 15 meter dari kediaman.
"Benar, kami bersama warga mengevakuasi korban menggunakan tali tambang. Selanjutnya, jasad dibawa ke rumah duka untuk dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis dari Puskesmas Bandung Baru," ujar Kapolsek Sukoharjo, AKP Juniko.
1. Korban disadari hilang waktu makan sahur

Juniko mengungkapkan, korban nenek Uhe selama ini tinggal berdua dengan cucunya, Hena (25). Hasil pemeriksaan, penemuan jasad ini bermula saat Hena hendak menyiapkan makan sahur, namun ia tidak melihat sang nenek biasa tidur di kasur dekat dapur.
Merasa khawatir, Hena segera menyambangi kediaman ayahnya, Imas Sukmara (56) yang berada persis di sebelah rumah korban. Lalu keduanya berupaya mencari korban di sekitar rumah tapi tak kunjung ditemukan.
"Saksi Imas ini memutuskan memeriksa area sumur dekat rumah. Saat menyorotkan senter ke dalam sumur, ia melihat tubuh korban sudah mengapung. Temuan itu langsung diberitahukan kepada warga sekitar dan diteruskan ke pihak kepolisian," ungkapnya.
2. Tidak ada tanda bekas kekerasan

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis oleh petugas puskesmas setempat, Juniko menyimpulkan, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan pada jasad korban Uhe.
“Tidak ditemukan luka atau bekas penganiayaan. Dugaan sementara, korban meninggal akibat tenggelam dan tidak ada unsur tindak pidana,” tegas kapolsek.
3. Korban sudah lama alami gangguan penglihatan

Dari kegiatan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi, Juniko menyebutkan, keberadaan sumur tempat korban ditemukan tewas memiliki kedalaman sekitar 12 meter, dengan ukuran diameter sekitar 1,2 meter.
Saat dievakuasi, tubuh korban Uhe berada sekitar 2,4 meter dari bibir sumur. Kondisi di lokasi saat kejadian dilaporkan sedang gerimis dan minim penerangan. Selain itu, keluarga menyebut korban telah lama mengalami gangguan penglihatan.
"Diduga korban terjatuh tanpa disadari saat berada di sekitar sumur, pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jasad korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," imbuh kapolsek.















