Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Menu MBG Ramadan Dikeluhkan Ortu Lampung: Jauh dari Kata Bergizi

Menu MBG Ramadan Dikeluhkan Ortu Lampung: Jauh dari Kata Bergizi
Penampakan menu kering MBG di Lampung selama Ramadan 1447 Hijriah. (DOK. IDN Times).
Intinya Sih
5W1H
  • Orang tua siswa di Lampung mengeluhkan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan yang dinilai monoton dan tidak memenuhi standar gizi.
  • Mereka mempertanyakan kredibilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia, serta mendesak adanya audit agar penggunaan anggaran lebih transparan.
  • Pihak sekolah juga diminta tidak menutup mata terhadap keluhan orang tua dan turut memastikan menu MBG benar-benar bergizi sesuai tujuan program.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandar Lampung, IDN Times - Orang tua siswa penerima manfaat progam makan bergizi gratis (MBG) di Provinsi Lampung kompak menyoroti menu makanan selama Ramadan 1447 Hijriah.

Keluhan tersebut di antaranya disampaikan oleh, Roy Triono, salah satu orang tua siswa SMPN 22 Bandar Lampung. Ia mengatakan, menu MBG diterima anaknya selama Ramadan terkesan monoton dan “apa adanya”.

Menurutnya, penerimaan menu kering selama ramadan dinilai jauh dari standar kecukupan gizi. Seperti pada Selasa (24/2/2026), menu MBG hanya berisi dua potong jagung rebus, satu buah salak, beberapa kacang rebus, dan satu potong paha ayam.

Kemudian Rabu (25/2/2026), hidangan menu berupa satu lemper, satu potong nugget ayam ukuran kecil, satu pisang muli, serta lima butir kurma dengan ukuran bervariasi.

“Menu seperti ini jelas tidak sebanding dengan anggaran MBG yang sudah ditetapkan. Terlihat seperti terlalu menekan biaya dan apa adanya saja,” ujarnya dimintai keterangan, Rabu (25/2/2026).

1. Pertanyakan kredibilitas SPPG

IMG_20260225_163733.jpg
Penampakan menu kering MBG di Lampung selama Ramadan 1447 Hijriah. (DOK. IDN Times).

Roy melanjutkan, menu MBG selama ramadan seolah disusun sekadar menggugurkan kewajiban. Oleh karenanya, ia turut mempertanyakan kredibilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku pihak penyedia.

“Perlu dipertanyakan kredibilitas SPPG yang bersangkutan. SPPG-nya seharusnya diaudit oleh Badan Gizi Nasional,” tegasnya.

Roy awalnya mengaku tidak terlalu mempermasalahkan menu MBG diterima putrinya. Namun seiring waktu, makanan terkesan minim variasi membuatnya merasa prihatin terutama selama ramadan.

"Ini kelihatan sekali menu seperti terlalu menekan anggaran,” lanjut pria berusia 41 tahun tersebut.

2. Desak sekolah tak tutup mata

IMG_20260225_163718.jpg
Penampakan menu kering MBG di Lampung selama Ramadan 1447 Hijriah. (DOK. IDN Times).

Roy juga menyoroti sikap pihak sekolah dinilai kurang responsif. Ia berharap sekolah tidak menutup mata terhadap keluhan orang tua dan berani bersuara, jika menu MBG tidak sesuai ketentuan.

“Pihak sekolah kesannya gak peduli. Padahal kejadian menu MBG seperti ini sudah lama. Kalau memang tidak ada ‘main mata’ dengan SPPG, seharusnya sekolah berani bersuara,” tegasnya.

3. Jauh dari kata makanan bergizi

IMG_20260225_163939.jpg
Penampakan menu kering MBG di Lampung selama Ramadan 1447 Hijriah. (DOK. IDN Times).

Sorotan lain juga datang dari Tommy Saputra, orang tua siswa SD Diniyah Putri Lampung turut menyayangkan hidangan menu kering diterima sang buah hati selama ramadan. Ia bahkan tegas menyebut, makanan disuguhkan jauh dari kata bergizi.

Seperti Selasa (24/2/2026), putranya hanya menerima menu kering MBG berupa dua roti dan sekotak susu berukuran kecil. Mirisnya lagi, Rabu (25/2/2026), menu hanya tiga sempol ayam dan satu roti kecil.

"Mau orang tua jelas ke depan menu MBG selama ramadan Ramadan maupun hari biasa dapat diperbaiki, agar benar-benar memenuhi kebutuhan gizi siswa sesuai tujuan awal program ini," imbuhnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More