Respons Ortu dan Siswa Menu Kering MBG di Lampung: Perlu Variasi

- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lampung menyesuaikan menu menjadi makanan kering selama Ramadan 2026 untuk memudahkan siswa yang berpuasa.
- Sejumlah orang tua mendukung kebijakan ini karena praktis, namun berharap variasi dan kualitas menu tetap dijaga agar anak-anak tidak bosan.
- Sementara sebagian siswa merasa terbantu dengan menu kering, ada juga yang lebih menyukai makanan basah karena dianggap lebih mengenyangkan.
Bandar Lampung, IDN Times - Sejumlah orang tua murid dan siswa menanggapi beragam terkait penyesuaian menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan 2026/1447 Hijriah di Provinsi Lampung.
Para penerima manfaat menyebutkan, perubahan menu menjadi kering dinilai sebagian pihak cukup membantu. Namun, ada pula yang berharap variasi dan kualitas tetap diperhatikan.
Salah satu orang tua murid, Ade (35) mendukung kebijakan perubahan menu dari makanan basah menjadi kering selama Ramadan. Itu karena dinilai cukup praktis bagi anak-anak yang berpuasa.
“Kalau menurut saya sudah tepat. Anak-anak bisa menyimpan dulu makanannya untuk berbuka atau dimakan nanti. Yang penting, gizinya tetap ada dan dibagikan setiap hari,” ujarnya dimintai keterangan, Selasa (24/2/2026).
1. Ortu murid minta menu kering lebih bervariatif

Tanggapan lain data dari orang tua murid lainnya, Adi Saputra (33). Ia berharap sekaligus mendorong penyaluran menu program MBG tetap lebih variatif, meski pelaksanaan dikemas dalam bentuk makanan kering.
“Kalau bisa jangan itu-itu saja. Anak-anak kadang bosan kalau roti terus. Mungkin bisa ditambah variasi lain supaya tetap menarik dan bergizi,” katanya.
2. Variasi menu diakui dorong antusiasme siswa

Dari sisi siswa, penyesuaian menu ini juga memunculkan respons beragam. Seorang siswa kelas VIII SMP di Bandar Lampung, Fikri (14) menilai, pembagian menu kering cukup membantu selama berpuasa Ramadan.
“Lumayan, bisa dimakan pas buka puasa atau dibawa pulang. Susunya juga bisa disimpan,” ucapnya.
Selain itu, ia turut mengharapkan agar menu kering selama ramadan bisa bervariatif, agar setiap siswa dapat terus antusias menerima dan membawa pulang menu makanan. "Jadi kalau kata teman-teman penginnya setiap hari ada yang berbeda gitu," lanjut dia.
3. Lebih menikmati menu makanan basah

Pendapat lain datang dari M Nando, siswa kelas 1 SMA di Bandar Lampung mengaku lebih menyukai hidangan menu basah seperti hari biasa, bila dibandingkan dengan makanan kering seperti roti maupun pisang.
Menurutnya, makanan menu basah pada program MBG terasa lebih mengenyangkan, meski terkadang porsi diterima pada wadang omprengan disebut cukup terbatas.
“Kalau menu basah lebih enak dan lengkap. Tapi ya sekarang puasa, jadi dimengerti saja. Mungkin nanti setelah ramadan bisa balik seperti semula,” imbuhnya.















