Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

87 Penggerak Baru Siap Dongkrak Literasi Digital Metro 2026

87 Penggerak Baru Siap Dongkrak Literasi Digital Metro 2026
Pengukuhan 87 penggerak literasi Kota Metro di Auditorium UIN Jurai Siwo Lampung (Dok.Pemkot Metro)
Intinya Sih
  • Sebanyak 87 penggerak literasi baru dikukuhkan di Kota Metro untuk memperkuat ekosistem literasi dari tingkat kota hingga kelurahan, mencakup Bunda Literasi, Tim Literasi, dan IPI.
  • Kegiatan ini berjalan tanpa anggaran APBD, mengandalkan kolaborasi sukarela berbagai pihak demi mendorong gerakan literasi yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat.
  • Pemerintah menargetkan penguatan literasi menjangkau semua lapisan warga agar terbentuk generasi cakap informasi, kritis, serta siap menghadapi tantangan era digital.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Metro, IDN Times - Budaya baca di Kota Metro tak lagi ingin jalan di tempat. Sebanyak 87 penggerak literasi diturunkan untuk memperkuat ekosistem literasi, mulai dari tingkat kota hingga kelurahan. Pengukuhan dilakukan di Auditorium UIN Jurai Siwo Lampung terdiri formasi baru yang disiapkan menjadi motor penggerak literasi berbasis keluarga, komunitas, hingga transformasi digital.

Di antaranya, 5 Bunda Literasi Kecamatan, 44 anggota Tim Literasi Kota Metro, dan 38 pengurus daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Kota Metro.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Metro, Farida, mengatakan, tantangan literasi hari ini jauh lebih kompleks dibanding sekadar kemampuan membaca dan menulis. Arus informasi digital yang masif menuntut masyarakat punya kecakapan memilah informasi, memahami konteks, hingga menangkal hoaks.

1. Peran Bunda Literasi sangat strategis

Pengukuhan 87 penggerak literasi  Kota Metro di Auditorium UIN Jurai Siwo Lampung
Pengukuhan 87 penggerak literasi Kota Metro di Auditorium UIN Jurai Siwo Lampung (Dok.Pemkot Metro)

Menurut Farida, pembangunan daerah tak bisa dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia. Salah satu indikatornya adalah tingkat literasi masyarakat. Apalagi Metro membawa visi sebagai kota cerdas berbasis jasa dan budaya religius. Tanpa fondasi literasi kuat, visi itu hanya akan jadi slogan.

Farida menambahkan penguatan literasi harus dikerjakan secara terstruktur dan kolaboratif. Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Organisasi profesi, komunitas literasi, sekolah, hingga keluarga punya peran yang sama pentingnya.

"Peran Bunda Literasi disebut sangat strategis. Mereka diharapkan menjadi figur inspiratif yang menanamkan kebiasaan membaca sejak dini di lingkungan keluarga. Dari rumah, budaya literasi diharapkan tumbuh dan menyebar ke masyarakat lebih luas," jelasnya, Jumat (27/2/2026).

2. Pelaksanaan kegiatan tidak menggunakan APBD

Pengukuhan 87 penggerak literasi  Kota Metro di Auditorium UIN Jurai Siwo Lampung
Pengukuhan 87 penggerak literasi Kota Metro di Auditorium UIN Jurai Siwo Lampung (Dok.Pemkot Metro)

Lebih lanjut Farida menjelaskan, Tim Literasi Kota Metro dibentuk sebagai wadah koordinasi agar program tidak tumpang tindih dan berjalan terarah. Targetnya, program literasi tidak hanya ramai saat momen tertentu, tapi berkelanjutan dan terukur dampaknya.

"Di sisi lain, IPI memegang peran penting dalam meningkatkan kompetensi pustakawan. Profesi pustakawan kini dituntut adaptif terhadap teknologi, mampu mengelola layanan informasi modern, sekaligus menjadi agen perubahan di tengah masyarakat digital," ujarnya.

Farida mengungkapkan pelaksanaan kegiatan ini tidak menggunakan anggaran APBD, melainkan melalui partisipasi dan dukungan sukarela dari berbagai pihak sebagai bentuk komitmen bersama.

“Melalui kolaborasi yang kuat, kami optimis gerakan literasi di Kota Metro akan semakin masif, inovatif, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia,” tegasnya.

3. Penguatan literasi harus menjangkau seluruh lapisan

Pengukuhan 87 penggerak literasi  Kota Metro di Auditorium UIN Jurai Siwo Lampung
Pengukuhan 87 penggerak literasi Kota Metro di Auditorium UIN Jurai Siwo Lampung (Dok.Pemkot Metro)

Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso menambahkan, literasi adalah fondasi utama membangun generasi unggul dan berkarakter. Ia mengingatkan, sebagai Kota Pendidikan, Metro punya tanggung jawab moral untuk memastikan budaya baca benar-benar hidup di tengah masyarakat.

Menurutnya, penguatan literasi harus menjangkau seluruh lapisan, dari anak-anak hingga orang dewasa. Ia berharap lahir program-program kreatif berbasis komunitas yang mampu menjawab tantangan zaman.

"Dengan 87 penggerak baru dan dukungan lintas sektor, Metro kini memasang target lebih tinggi, bukan hanya meningkatkan minat baca, tetapi membangun masyarakat yang cakap informasi, kritis, dan siap bersaing di era digital," terangnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Lampung

See More