40 Paket Diduga Sabu Ditemukan dalam Mobil Honda HR-V di Bakauheni

- Petugas menemukan 40 paket diduga sabu dalam Honda HR-V putih di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, saat kendaraan dari Medan menuju Jakarta diperiksa.
- Paket tersebut dikemas dalam bungkus teh China hijau. Pengemudi berinisial N diamankan bersama kendaraan dan seluruh barang bukti untuk penyidikan.
- Polisi masih mendalami asal, tujuan pengiriman, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan penyelundupan narkotika melalui jalur penyeberangan Bakauheni.
Lampung Selatan, IDN Times - Sebanyak 40 paket diduga sabu hendak dibawa menyeberang ke Pulau Jawa ditemukan dalam mobil Honda HR-V di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. Paket narkotika itu ditemukan Unit Reaksi Cepat (URC) KSKP Bakauheni dan personel Satresnarkoba Polres Lampung Selatan awal pekan ini.
"Saat itu, petugas URC melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang akan memasuki kawasan Pelabuhan Bakauheni. Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap penyelundupan barang ilegal maupun barang terlarang melalui jalur penyeberangan," jelas Kepala KSKP Bakauheni AKP Ginting, Jumat (28/8/2026).
Ginting menjelaskan, personel memeriksa Honda HR-V warna putih nomor polisi B 1890 WOV. Kendaraan tersebut diketahui datang dari arah Medan dan dalam perjalanan menuju Jakarta.
Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan 40 paket yang dikemas menggunakan kemasan teh China berwarna hijau. Paket-paket tersebut diduga berisi narkotika jenis sabu.
Pengemudi kendaraan yang diketahui bernama N kemudian diamankan petugas URC bersama seluruh barang bukti. Hasil temuan tersebut dilaporkan kepada Kepala KSKP Bakauheni untuk dilakukan tindakan kepolisian dan proses penyidikan lebih lanjut.
Ginting menyatakan, polisi masih mendalami asal-usul puluhan paket diduga sabu tersebut. Termasuk tujuan pengiriman dan kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan penyelundupan.
"Pemeriksaan kendaraan di kawasan Pelabuhan Bakauheni akan terus dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai bentuk penyelundupan. Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mencegah masuk dan keluarnya barang-barang ilegal, termasuk narkotika, melalui jalur penyeberangan Bakauheni," ujarnya.





















