Dapur MBG SPPG di Tanggamus Terbakar, Diduga Dipicu Saluran Gas LPG

- Kebakaran melalap dapur program Makan Bergizi Gratis di SPPG Yayasan Nusantara Alam Abadi, Pekon Purwosari, Tanggamus, saat staf bersiap memasak sekitar pukul 02.00 WIB.
- Api diduga berawal dari selang gas LPG dan cepat membesar karena material mudah terbakar. Upaya memakai APAR serta bantuan warga terkendala air, peralatan, dan jarak pemadam.
- Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.00 WIB tanpa korban jiwa. Polisi memeriksa saksi, mengamankan barang bukti, serta masih menyelidiki penyebab pasti dan menghitung kerugian.
Tanggamus, IDN Times - Kebakaran melalap bangunan dapur progam makan bergizi gratis (MBG) pada Satuan Pelaksana Pelayanan Gizi (SPPG) Yayasan Nusantara Alam Abadi Lampung di Pekon Purwosari, Kecamatan Kelumbayan Barat, Kabupaten Tanggamus.
Kapolres Tanggamus, AKBP Rahmad Sujatmiko mengonfirmasi ihwal peristiwa tersebut. Insiden kebakaran terjadi saat sejumlah staf SPPG tengah bersiap memasak untuk kebutuhan program MBG sekitar pukul 02.00 WIB. Polisi juga telah melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab kebakaran.
"Ya, personel kemarin sudah melakukan olah TKP, meminta keterangan sejumlah saksi, serta mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa kebakaran," ujarnya dikonfirmasi, Jumat (28/8/2026).
1. Api diduga muncul dari selang gas LPG

Polisi olah TKP insiden kebakaran dapur Satuan Pelaksana Pelayanan Gizi (SPPG) Yayasan Nusantara Alam Abadi Lampung di Pekon Purwosari, Kecamatan Kelumbayan Barat, Kabupaten Tanggamus. (Dok. Polres Tanggamus). Berdasarkan keterangan awal para saksi, Rahmad menjelaskan, api diduga pertama kali muncul dari bagian dapur tepatnya pada selang saluran gas LPG. Saat itu, api pertama kali diketahui oleh tim produksi sedang melaksanakan aktivitas persiapan memasak.
Kemudian api dengan cepat membesar karena di sekitar lokasi terdapat sejumlah barang-barang yang mudah terbakar.
"Untuk penyebab pasti kebakaran masih dilakukan pendalaman. Dugaan awal berdasarkan keterangan saksi, api berasal dari bagian saluran gas LPG, namun hal tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut," ungkapnya
Lebih lanjut petugas dan pekerja SPPG sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, upaya tersebut tidak mampu mengendalikan api yang semakin membesar. "Kepala dapur kemudian menginstruksikan para relawan dan pekerja untuk menyelamatkan diri," lanjut dia.
2. Warga ikut membantu pemadaman

Polisi olah TKP insiden kebakaran dapur Satuan Pelaksana Pelayanan Gizi (SPPG) Yayasan Nusantara Alam Abadi Lampung di Pekon Purwosari, Kecamatan Kelumbayan Barat, Kabupaten Tanggamus. (Dok. Polres Tanggamus). Saat api semakin membesar, Rahmad melanjutkan, masyarakat sekitar turut membantu melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Namun, proses pemadaman menghadapi kendala keterbatasan air dan peralatan.
Selain itu, lokasi yang cukup jauh dari unit pemadam kebakaran membuat penanganan api sempat terhambat sehingga tidak dapat dilakukan secara cepat.
"Faktor jarak dan keterbatasan sarana pemadaman menjadi salah satu kendala dalam penanganan kebakaran, hingga api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.00 WIB," kata Rahmad.
3. Tidak ada korban jiwa

Polisi olah TKP insiden kebakaran dapur Satuan Pelaksana Pelayanan Gizi (SPPG) Yayasan Nusantara Alam Abadi Lampung di Pekon Purwosari, Kecamatan Kelumbayan Barat, Kabupaten Tanggamus. (Dok. Polres Tanggamus). Dalam peristiwa ini, Rahmad memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Saat kebakaran terjadi, kepala dapur, staf, ahli gizi, Aslap, dan pekerja lainnya berada di lokasi karena sedang mempersiapkan proses memasak untuk program MBG.
Polisi telah meminta keterangan dari sejumlah saksi dan melakukan observasi terhadap TKP, serta mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian.
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran dan menghitung kerugian akibat peristiwa tersebut," imbuh Kapolres.






















