Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

4 Desa dari Lamsel Bakal Gabung ke Bandar Lampung, Kok Bisa?

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana saat diwawancarai. (IDN Times/Muhaimin)
Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana saat diwawancarai. (IDN Times/Muhaimin)
Intinya sih...
  • Empat desa digabung jadi satu kelurahan
  • Pemerintah kota siap fasilitasi
  • Dinilai strategis untuk memperluas wilayah dan mendorong pemerataan pembangunan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times – Pemerintah Kota Bandar Lampung menyebut, bakal ada rencana penggabungan empat desa dari wilayah perbatasan Kabupaten Lampung Selatan ke Kota Bandar Lampung.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengatakan keempat desa ini nantinya akan disatukan menjadi satu kelurahan baru bernama Kota Baru. “Kami menyambut baik rencana penggabungan empat desa tersebut,” katanya, Kamis, (7/8/2025)

1. Empat desa digabung jadi satu kelurahan

Ilustrasi Pemukiman. (Pexels.com/Alparslan Uzun)
Ilustrasi Pemukiman. (Pexels.com/Alparslan Uzun)

Eva membeberkan, desa yang akan bergabung ke Kota Bandar Lampung antara lain Wayhuwi dan Jatimulyo dari Kecamatan Jati Agung, serta Kota Baru dan Sabah Balau dari Kecamatan Tanjungbintang, Kabupaten Lampung Selatan.

“Empat desa gabung ke Kota Bandar Lampung. Akan kita jadikan satu kelurahan Kota Baru,” ujarnya.

2. Pemerintah kota siap fasilitasi

Ilustrasi berkas. (Pexels.com/Kindel Media)
Ilustrasi berkas. (Pexels.com/Kindel Media)

Meski begitu, Eva belum menjelaskan secara rinci soal proses administrasi dan waktu pelaksanaan penggabungan wilayah ini. Namun, ia menegaskan Pemkot Bandar Lampung siap untuk memfasilitasi seluruh tahapan sesuai aturan yang berlaku.

"Kalau soal administrasi tentu kita bakal fasilitas, pembuatan dokumen-dokumen kependudukan Pemkot Bandar Lampung siap," jelasnya.

3. Dinilai strategis

Ilustrasi strategi. (Pexels.com/Pixabay)
Ilustrasi strategi. (Pexels.com/Pixabay)

Rencana ini dinilai strategis untuk memperluas wilayah sekaligus mendorong pemerataan pembangunan, terutama di kawasan perbatasan antara Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan.

“Kalau ini terealisasi, kita bisa lebih mudah melakukan penataan wilayah dan pembangunan infrastruktur secara terintegrasi,” tutur Eva.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us