Bandar Lampung, IDN Times - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menyoroti tajam ihwal kasus kematian Riyas Nuraini (30). Riyas ditemukan tewas terbungkus dalam karung di area perkebunan jagung Kabupaten Lampung Timur hingga kini tak kunjung menemui titik terang.
Korban diketahui merupakan kader Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) di Lampung Timur. Ia ditemukan tak bernyawa pada Kamis, 18 April 2024, setelah sehari sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga.
Ketua PBNU Bidang Pendidikan dan Hukum (Bidkum), Prof Moh Mukri menilai, lambannya proses penyelidikan dan pengungkapan kasus hampir dua tahun ini menimbulkan kesan ketidakseriusan dari pihak polisi. Bahkan memunculkan dugaan ada sesuatu sengaja ditutupi.
“Kasus ini menyangkut nyawa orang, kenapa sampai sekarang pelaku belum terungkap? Apakah karena korban orang kampung? Terkesan tertutup atau ada hal yang ditutupi,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
