Tanya Kasus Mayat dalam Karung, Kader Fatayat NU Aksi di Polda Lampung

- Ratusan kader Fatayat NU Provinsi Lampung gelar aksi solidaritas dan doa bersama untuk korban pembunuhan Riyas Nuraini.
- Ketua Pengurus Wilayah Fatayat NU Provinsi Lampung meminta keadilan hukum terhadap korban dan kadernya Riyas Nuraini.
- Dirreskrimum Polda Lampung menyatakan telah memeriksa 62 saksi, mengumpulkan alat bukti, dan meminta dukungan masyarakat dalam mengungkap kasus pembunuhan tersebut.
Bandar Lampung, IDN Times - Ratusan kader Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) di Provinsi Lampung menggelar aksi solidaritas dan doa bersama untuk korban Riyas Nuraini di Mapolda Lampung, Rabu (4/12/2024).
Riyas Nuraini diketahui merupakan korban pembunuhan. Jasadnya ditemukan mengenaskan dengan kondisi leher tersayat senjata tajam dan terbungkus karung di area perkebunan jagung Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Kamis (18/7/2024).
Pantauan IDN Times, para kader Fatayat NU ini menyambangi Polda Lampung kompak mengenakan seragam corak batik hijau lengkap dengan hijab dan bawahan rok putih. Beberapa di antaranya terlihat membawa bendera merah dan bendera hijau berlambang NU.
Bukan cuma itu, sejumlah kader Fatayat NU ini juga mengusung lembaran karton bertulis narasi mendorong Polda Lampung mengungkap kasus pembunuhan tersebut.
"Kami siap kawal kasus pembunuhan kader Fatayat Lampung Timur. #FATAYATMEMANGGIL #FATAYATBERGERAK #FATAYATDARURATKEADILAN," tulis selembar.
1. Aksi ditujukan tuntut keadilan bagi korban Riyas Nuraini

Terkait aksi solidaritas dan doa bersama ini, Ketua Pengurus Wilayah Fatayat NU Provinsi Lampung, Wirdayati mengatakan, kedatangan pihaknya datang ke Mapolda Lampung untuk meminta keadilan hukum terhadap korban sekaligus kadernya Riyas Nuraini.
"Kami Fatayat NU hanya bisa melakukan upaya-upaya pendampingan wabil khusus untuk putri korban. Kami hanya bisa berdoa bersama mengetuk pintu langit sebagai kebiasaan kami. Mudah-mudahan sore hari ini bisa memberikan kekuatan bapak polisi untuk mengungkap kasus ini," ucapnya saat dimintai keterangan.
2. Tanyakan perkembangan penanganan perkara

Lebih lanjut Wirda menyampaikan, kedatangan ratusan kader Fatayat NU dari berbagai wilayah di Provinsi Lampung kali ini, tidak lain khususnya ditujukan sebagai upaya menuntut keadilan terhadap korban Riyas Nuraini.
"Kami datang dengan biaya sendiri, yang hadir ini hanya 200 sampai 300 kader, sebetulnya masih banyak lagi kader yang ingin datang untuk doa bersama," imbuhnya.
Selain doa bersama, para kader tersebut dikatakan ingin mengetahui perkembangan penanganan kasus tindak pidana pembunuhan menimpa korban Riyas Nuraini. "Sampai di mana proses kasus ini? Dari ditemukan meninggal dan sampai lima bulan ini juga belum terungkap. Hari ini dengan berbagai upaya, semoga Polda Lampung serius mengungkap kasus ini," tambah dia.
3. Polisi tegaskan tetap usut pekara

Menanggapi aksi para kader Fatayat NU ini, Dirreskrimum Polda Lampung, Kombes Pol Pahala Simanjuntak mengatakan, pihaknya bersama Polres Lampung Timur terus memproses dan mengusut kasus dugaan pembunuhan korban Riyas Nuraini.
Sebagai upayanya, kepolisian telah memeriksa dan memintai keterangan sekitar 62 orang saksi, mengumpulkan alat bukti termasuk rekaman CCTV, hingga menggunakan alat-alat penyelidikan dimiliki oleh Polri.
"Mohon maaf, kejadian ini ditemukannya di kebun jagung, ada satu CCTV dari salah satu rumah warga, namun sama sekali tidak terlihat. Ini yang menjadi kendala, tapi ini bukan berarti menjadi alasan kami tidak mengusut kasus ini," ucapnya dihadapkan ratusan kader Fatayat NU.
4. Minta dukungan masyarakat

Pahala menegaskan, kepolisian amat serius dalam mengungkap kasus dugaan pembunuhan tersebut. Oleh karenanya, ia meminta doa dan dukungan dari masyarakat, termasuk para kader Fatayat untuk memberikan petunjuk sosok pelaku.
"Apabila memperoleh informasi segera sampaikan ke kami, karena sekecil apapun itu akan sangat membantu dalam mengungkap pelaku dalam kasus ini," kata Dirreskrimum.



















