Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

4 Hal Harus Kamu Wujudkan Sendiri Tanpa Bergantung pada Pasangan

ilustrasi memperlakukan pasangan dengan baik (pexels.com/Budgeron Bach)
ilustrasi memperlakukan pasangan dengan baik (pexels.com/Budgeron Bach)
Intinya sih...
  • Memiliki kemandirian penting untuk mengurangi ketergantungan pada pasangan
  • Pujian dan validasi diri perlu datang dari dalam diri, bukan hanya dari pasangan
  • Kemampuan pengambilan keputusan dan kebahagiaan sejati harus diperoleh sendiri, tanpa bergantung pada pasangan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Memiliki pasangan tidak hanya membawa kebahagiaan, tetapi juga membuat hidup jadi lebih bermakna. Hadirnya seorang pasangan, kamu bisa mempunyai tempat untuk berbagi serta tidak merasa kesepian.

Namun, ketika pasangan telah memenuhi banyak kebutuhanmu, tanpa disadari kamu mungkin mulai bergantung pada dirinya. Padahal, ada hal-hal tertentu yang sebenarnya tidak bisa sepenuhnya diandalkan oleh pasangan, tetapi hanya dapat dipenuhi oleh dirimu sendiri.

Dilansir Psychology Today,  Leon F Seltzer, Ph.D, seorang psikolog dan penulis “Paradoxical Strategies in Psychotherapy”, mengatakan memiliki ketergantungan emosional pada pasangan adalah hal yang normal selama masih dalam batas wajar. Namun, ketika ketergantungan itu menjadi berlebihan, tentu dapat menimbulkan hubungan yang tidak sehat.  

Meskipun pasanganmu mungkin bersedia untuk memenuhi semua kebutuhanmu. Akan tetapi, kemampuan untuk mengurus diri sendiri adalah keterampilan berharga yang akan memberikan manfaat seumur hidup, terlepas dari status hubungan yang kamu jalani. Oleh sebab itu, penting sekali mengetahui apa saja hal yang sebaiknya kamu wujudkan sendiri tanpa bergantung pada pasangan. Yuk, simak ulasannya!

1.Harga diri

ilustrasi pasangan berjalan bersama (pexels.com/Josh Willink)
ilustrasi pasangan berjalan bersama (pexels.com/Josh Willink)

Mendengar pujian dari pasangan, baik itu tentang penampilan, pencapaian, atau apa pun yang telah kamu lakukan, terasa sangat menyenangkan. Akan tetapi, perlu disadari tidak selamanya pasangan kamu bisa memberikan validasi terhadapmu setiap kali kamu membutuhkannya.

Dikutip Bustle, seorang terapis hubungan sekaligus pendiri komunitas hubungan dari Relationup, bernama Rhonda Milrad, LCSW, mengatakan,  setiap orang perlu memberikan pengakuan atau validasi terhadap dirinya sendiri. Menurutnya, ketika hal itu tidak bisa dilakukan, maka yang terjadi adalah pujian dari orang lain tidak akan pernah terasa cukup.

Menumbuhkan rasa cinta diri (self love) yang tulus adalah langkah penting bagi setiap individu. Sebab, ketika seseorang telah mencintai diri sendiri secara tulus, mereka tidak lagi bergantung pada validasi atau pujian dari orang lain untuk merasa berharga. Dengan begini, mereka dapat mempunyai kepercayaan diri dan harga diri yang kuat, serta sulit tergantikan oleh penegasan eksternal dari pihak mana pun.

2.Identitas diri

ilustrasi pasangan sedang makan malam (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi pasangan sedang makan malam (pexels.com/cottonbro studio)

Menurut Milrad, orang-orang yang dekat dengan kita, baik itu anggota keluarga, sahabat, atau pasangan dapat membawa pengaruh dalam kehidupan. Mereka telah menjadi bagian dari perjalanan hidup dan turut berkontribusi terhadap pembentukan diri kita meskipun dalam batas tertentu.

Di satu sisi, rasanya mungkin menyenangkan bila kamu dan pasangan mempunyai begitu banyak persamaan. Namun, di sisi lain, Milrad juga mengingatkan bahwa terlalu banyak kesamaan juga bisa membuat kamu kehilangan identitas diri.

“Banyaknya kesamaan antara kamu dan pasangan dapat membuatmu sulit menemukan perbedaan di antara kalian. Padahal, perbedaan dalam suatu hubungan tidak selalu buruk. Nyatanya, perbedaan justru bisa menjadi kesempatan bagi kamu dan pasangan untuk saling belajar dan menghargai satu sama lain. Di samping itu, penting diketahui bahwa hubungan yang sehat adalah hubungan yang dibangun atas rasa percaya diri yang kuat dari masing-masing individu, dengan identitas yang jelas dan sikap saling menghormati,” jelas Milrad.  

3.Pengambilan keputusan

ilustrasi liburan bersama pasangan (pexels.com/ArtHouse Studio)
ilustrasi liburan bersama pasangan (pexels.com/ArtHouse Studio)

Selanjutnya adalah pengambilan keputusan. Sepanjang hidup, manusia akan selalu diberi berbagai macam pilihan yang dapat menentukan nasib serta masa depan mereka.

Oleh karenanya, kemampuan dalam proses pengambilan keputusan adalah langkah penting yang wajib dikuasai setiap individu, terlepas dari siapa mereka dan status hubungan yang mereka miliki.

“Pasanganmu mungkin dapat memberikan saran yang cukup baik. Namun, saran tersebut bukanlah satu-satunya tolak ukur untuk memutuskan sesuatu. Sebaiknya, jadikan saran tersebut sebagai salah satu dari beberapa saran atau faktor pendukung lain yang dapat kamu pertimbangkan sebelum membuat keputusan,” ujar Milrad.

“Jika pasangan kamu tidak setuju denganmu, tidak apa-apa. Karena di sini yang terpenting adalah bagaimana kamu mampu menyempurnakan intuisi dalam mengambil keputusan sendiri,” tambahnya.

4.Kebahagiaan

ilustrasi pasangan bahagia (pexels.com/Pavel Danilyuk)
ilustrasi pasangan bahagia (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Gak sedikit orang beranggapan memiliki pasangan dapat membawa kebahagiaan dalam hidup. Meski pandangan itu ada benarnya, tetapi ada juga kekeliruan di baliknya. Faktanya, keberadaan pasangan bukanlah satu-satunya tolak ukur untuk menentukan kebahagiaan seseorang.

Menurut Milrad, ketika kamu mempunyai pola pikir seperti “Pasanganku adalah segalanya”, “Aku tidak bisa hidup tanpa dirinya”, atau “Kebahagiaanku hanya ada ketika bersamanya,” percayalah pola pikir tersebut justru membuatmu semakin sulit untuk menemukan kebahagiaan dari diri sendiri.

“Tidak semua pasangan mampu membuat pasangannya selalu bahagia. Jika kamu belum bisa membahagiakan diri sendiri, akan sulit untuk membangun kebahagiaan bersama orang lain,” tutur Milrad.

“Perlu diingat, kebahagaiaan sejati hanya dapat diciptakan oleh diri sendiri karena satu-satunya orang yang paling memahami kebutuhanmu adalah dirimu. Jadi, sangat penting untuk mengenali apa yang membuatmu bahagia dan manfaatkan tekad untuk menggapainya.” imbuh Milrad.

Sering kali orang selalu mengandalkan berbagai hal kepada pasangannya, padahal ada beberapa hal yang lebih baik dipelajari dan dilakukan sendiri untuk meningkatkan kemandirian. Dengan begini, seseorang dapat mengurangi ketergantungan kepada pasangannya sekaligus mewujudkan hubungan yang lebih seimbang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us