Metro, IDN Times - Warga Kota Metro kini memiliki cara baru untuk mengubah sampah menjadi tabungan. Melalui program "Dari Sampah Menuju Umroh", hasil pengelolaan sampah dapat ditabung melalui rekening nasabah yang diluncurkan Pesantren Bank Sampah bekerja sama dengan BNI 46 Kota Metro.
Program tersebut diresmikan Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, di Pesantren Bank Sampah, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara, Selasa (7/7/2026). Inovasi ini menggabungkan upaya pelestarian lingkungan dengan peningkatan literasi keuangan masyarakat.
Warga Metro Kini Bisa Nabung Umrah Cuma dari Kelola Sampah

1. Sampah tak lagi dipandang sebagai limbah
Bambang mengatakan, program "Dari Sampah Menuju Umroh" menjadi langkah nyata untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah. Menurutnya, sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai justru dapat memberikan manfaat ekonomi jika dikelola dengan baik.
Ia mengapresiasi inovasi yang dikembangkan Pesantren Bank Sampah bersama BNI 46 Kota Metro. Pemerintah Kota Metro, kata dia, akan terus mendukung berbagai program yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Program ini bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi investasi ibadah. Harapannya, inovasi ini dapat menghadirkan semangat baru di tengah tantangan ekonomi sekaligus membantu masyarakat mewujudkan impian menunaikan ibadah umroh," kata Bambang.
2. Dorong literasi keuangan dan pengelolaan sampah sejak dini
Menurut Bambang, peluncuran rekening nasabah bukan sekadar mengajak masyarakat memilah sampah. Program ini juga menjadi sarana menanamkan nilai kemandirian, tanggung jawab, disiplin, serta meningkatkan literasi keuangan yang dimulai dari lingkungan rumah tangga.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, Pemkot Metro memberikan tabungan awal kepada para penggerak Pesantren Bank Sampah yang telah memiliki rekening. Selain itu, pemerintah daerah juga siap memberikan peralatan pendukung apabila diperlukan untuk membantu pengembangan berbagai produk kerajinan yang berasal dari hasil olahan sampah.
3. Hampir semua jenis sampah bisa diolah bernilai ekonomi
Owner Pesantren Bank Sampah, Slamet Riyadi, mengatakan peluncuran rekening nasabah diawali oleh 30 penggerak Pesantren Bank Sampah. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen yang telah disepakati sejak bulan sebelumnya untuk memperkuat tata kelola organisasi, mulai dari administrasi, produktivitas, hingga peningkatan kualitas pelayanan.
Menurut Slamet, program tersebut diharapkan dapat meningkatkan keyakinan masyarakat bahwa sampah memiliki nilai ekonomi yang nyata apabila dikelola secara tepat. Ia mengatakan, hampir seluruh jenis sampah, kecuali limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai jual sehingga mampu mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan.
"Kami harap kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor perbankan, dan masyarakat dapat menjadi inspirasi dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat," harapnya.