Warga Diminta Waspada Penipuan Berkedok Disdukcapil Bandar Lampung

- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandar Lampung mengimbau masyarakat waspada terhadap penipuan melalui WhatsApp.
- Para pelaku menggunakan modus verifikasi data atau aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) untuk mengakses link e-banking dan menguras isi rekening korban.
- Disdukcapil menegaskan tidak pernah meminta data pribadi lewat WhatsApp, hanya memiliki satu nomor resmi, dan mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa kebenaran informasi terkait layanan kependudukan.
Bandar Lampung, IDN Times – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandar Lampung mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan instansi mereka.
Kepala Disdukcapil, Febriana, mengatakan kasus penipuan ini sudah ada korban, bukan hanya di Bandar Lampung, tapi juga di beberapa wilayah lain. "Tidak hanya ada di Bandar Lampung saja, para pelaku juga ada di beberapa wilayah di luar Bandar Lampung,” katanya.
1. Modus penipuan

Febriana menjelaskan, modus yang digunakan para pelaku adalah menghubungi warga lewat pesan WhatsApp, dengan alasan melakukan verifikasi data atau aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) melalui tautan yang dikirimkan.
“Pelaku meminta warga mengakses link yang diduga terhubung ke e-banking, sehingga mereka bisa menguras isi rekening korban. Kerugian yang dialami korban pun beragam, mulai dari 5 juta hingga 10 juta per orang," ujarnya.
2. Disdukcapil tak pernah hubungi warga secara langsung

Febriana menegaskan, Disdukcapil tidak pernah menghubungi warga langsung melalui WhatsApp atau meminta data pribadi untuk aktivasi akun digital. Ia menyampaikan untuk keperluan resmi, Disdukcapil akan berkoordinasi dengan perangkat kecamatan dan kelurahan setempat.
“Disdukcapil hanya memiliki satu nomor WhatsApp resmi yaitu 081271800740. Di luar nomor tersebut, jangan percaya kalau ada yang mengatasnamakan Disdukcapil Bandar Lampung,” jelasnya
3. Imbau warga jangan mudah percaya

Disdukcapil mengimbau kepada masyarakat Bandar Lampung agar selalu memeriksa kebenaran informasi terkait layanan kependudukan dan tidak sembarangan mengklik link atau memberikan data pribadi.
Febriana juga menyampaikan warga agar segera melapor jika ada informasi mencurigakan yang didapat. “Jika ada yang janggal, warga jangan ragu menghubungi Disdukcapil atau perangkat kecamatan setempat,” tuturnya.



















