Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Upaya Pemprov Lampung Kendalikan Inflasi, Bagikan Bibit Cabai Gratis

Upaya Pemprov Lampung Kendalikan Inflasi, Bagikan Bibit Cabai Gratis
Penjabat Gubernur Lampung Samsudin melakukan penanaman cabai secara simbolis (instagram/lampungprov.official)
Intinya Sih
  • Pemerintah Provinsi Lampung mulai Gerakan Menanam Cabai untuk mengendalikan inflasi dari komoditas pangan strategis.
  • Ketersediaan dan harga cabai berpengaruh pada inflasi dan perekonomian nasional, perlu peningkatan produksi yang merata sepanjang tahun.
  • Gerakan Tanam Cabai diharapkan dapat meningkatkan produksi, ketersediaan, dan stabilitas harga cabai serta memperhatikan kebutuhan selama bulan Ramadan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lampung Timur, IDN Times - Penjabat (Pj) Gubernur Lampung, Samsudin menanam cabai sebagai tanda dimulainya Gerakan Menanam Cabai oleh Pemerintah Provinsi Lampung, di Desa Margototo, Metro Kibang, Lampung Timur.

Pada kegiatan tersebut Samsudin bersama Pjs. Bupati Lampung Timur, Senen Mustakim dan jajaran Forkopimda menanam 1.000 bibit cabai di lahan seluas 2500 meter persegi milik Supriyono petani cabai Desa Margototo, Lampung Timur.

Menurut Samsudin, Gerakan Tanam Cabai tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Lampung untuk mengendalikan inflasi yang disumbang dari sektor pangan, khususnya komoditas-komoditas strategis seperti cabai, bawang merah dan kopi.

Ia menambahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi Year on Year Provinsi Lampung bulan Oktober 2024 sebesar 1,94 persen, masih diatas inflasi Year on Year nasional sebesar 1,71 persen.

"Oleh karena itu, saya meminta seluruh pihak terkait untuk terus membangun semangat dan kebersamaan dalam mengendalikan inflasi, khususnya inflasi pangan di Provinsi Lampung," pinta Pj Gubernur, Rabu (13/11/2024).

1. Harga cabai sangat berpengaruh pada inflasi dan perekonomian Nasional

Ilustrasi cabai merah (pixabay.com/JillWellington)
Ilustrasi cabai merah (pixabay.com/JillWellington)

Samsudin menyampaikan, cabai dimasukkan ke dalam kelompok komoditas pangan utama dan strategis. Itu karena, ketersediaan dan harganya sangat berpengaruh terhadap inflasi dan perekonomian Nasional.

Sebab itu, peningkatan kebutuhan masyarakat akan cabai, tentunya harus diimbangi dengan produksi yang cukup dan merata setiap waktu agar tidak terjadi kelangkaan dan produksi yang berlebihan.

"Saat ini kita merupakan salah satu sentra produksi cabai dan merupakan 10 besar produsen cabai nasional. Melalui kegiatan Gerakan Tanam Cabai ini, saya berharap kita dapat meningkatkan produksi dan ketersediaan komoditas cabai secara merata sepanjang tahun serta menjaga stabilitas harga pangan," terangnya.

2. Tanam cabai sebagai antisipasi kenaikan harga

Ilustrasi cabai (pixabay.com/senjakelabu29)
Ilustrasi cabai (pixabay.com/senjakelabu29)

Samsudin juga menginginkan agar Gerakan Tanam Cabai ini selain dilakukan di Kabupaten Lampung Timur, juga dilakukan di kabupaten/kota lainnya. Caranya, memanfaatkan lahan-lahan  terlantar di pekarangan rumah dan perkantoran untuk menanam cabai guna ketahanan pangan keluarga atau bahkan bisa meningkatkan ekonomi keluarga.

"Penanaman cabai ini juga untuk mengantisipasi gejolak harga yang mungkin akan terjadi menjelang hari besar keagamaan, terutama bulan Ramadan dan Idul Fitri akan kita laksanakan beberapa bulan mendatang," ujarnya.

Menurutnya, sejak sekarang harus bersiap untuk memenuhi peningkatan permintaan cabai secara bersama dan berupaya menjaga keseimbangan supply dan demand antar daerah agar tidak terjadi tekanan signifikan terhadap harga.

"Ke depan, saya mengharapkan Kerjasama Antar Daerah terus terjalin dan tidak terbatas pada komoditas cabai saja, namun juga komoditi pangan strategis lainnya. Sebab itu, saya mohon kepada Pj Bupati wali kota agar betul-betul memperhatikan ketersediaan data pangan di wilayah masing-masing, dan segera melakukan Kerjasama mengantisipasi kekurangannya," tegasnya.

3. Lampung Timur punya kontribusi besar produksi bahan pangan

ilustrasi cabai rawit (pixabay.com/Suanpa)
ilustrasi cabai rawit (pixabay.com/Suanpa)

Pjs. Bupati Lampung Timur Senen Mustakim menyampaikan, arah pembangunan pertanian di Kabupaten Lampung Timur ke depan adalah guna mempertahankan swasembada pangan berkelanjutan.

Menurutnya, Lampung Timur mempunyai potensi lahan seluas 212.920 hektar,e terdiri dari lahan sawah seluas 61.584 hektare dan lahan kering seluas 162.572 hektare dengan jumlah kelompok tani sebanyak 6.489. Dengan potensi tersebut, lanjutnya, Lampung Timur merupakan salah satu kabupaten mempunyai kontribusi besar dalam produksi bahan pangan pokok di Masyarakat Provinsi Lampung.

"Dengan adanya Gerakan Menanam Cabai ini, tentunya kami sangat menyambut baik dan kami berharap gerakan tanam cabai ini dapat memberikan solusi jangka panjang dalam rangka mengatasi permasalahan ketersediaan dan harga cabe di wilayah Kabupaten Lampung Timur," jelasnya.

4. Bagikan 230 ribu bibit cabai

Penjabat Gubernur Lampung Samsudin melakukan penanaman cabai secara simbolis (instagram/lampungprov.official)
Penjabat Gubernur Lampung Samsudin melakukan penanaman cabai secara simbolis (instagram/lampungprov.official)

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung, Bani Ispriyanto menambahkan, total bibit cabai akan ditanam sebanyak 320 ribu batang bibit cabai. Rinciannya, untuk Kabupaten Lampung Timur sebanyak 100.000 bibit, dan Kabupaten Mesuji sebanyak 100.000.

Kemudian akan dilakukan penanaman di Kabupaten Way Kanan sebanyak 60.000 bibit dan Kabupaten Tulang Bawang Barat sebanyak 60.000.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Silviana
Martin Tobing
Silviana
EditorSilviana
Follow Us

Latest News Lampung

See More