Toko Fotokopi di Lamsel Dilalap Api, Kerugian Capai Rp200 Juta

- Kebakaran hebat melanda toko ATK dan fotokopi di Desa Kedaton, Kalianda, Lampung Selatan pada Kamis malam, dengan laporan pertama diterima petugas sekitar pukul 22.18 WIB.
- Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 00.15 WIB tanpa menimbulkan korban jiwa karena toko dalam keadaan kosong saat kejadian.
- Penyebab kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian, sementara kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta dan warga diimbau lebih waspada terhadap potensi kebakaran.
Lampung Selatan, IDN Times - Kebakaran hebat melanda sebuah toko alat tulis kantor (ATK) dan fotokopi di Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Kamis (2/4/2026) malam.
Kepala Bidang Damkar pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan, Rully Fikriansyah membenarkan ihwal peristiwa tersebut. Menurutnya, petugas damkar menerima laporan sekitar pukul 22.18 WIB.
“Benar, begitu menerima laporan, tim langsung bergerak menuju lokasi dengan peralatan lengkap dan menurunkan tiga unit armada pemadam,” ujarnya dikonfirmasi, Jumat (3/4/2026).
1. Tiga unit damkar diterjunkan

Pascamenerima laporan tersebut, Rully menyebutkan, petugas langsung berangkat pukul 22.19 WIB dan tiba di lokasi sekitar lima menit berselang. Armada diterjunkan terdiri dari dua unit dari Mako Kalianda dan satu unit dari Pos Sidomulyo.
“Petugas kami tiba sekitar pukul 22.24 WIB langsung melakukan serangkaian upaya pemadaman,” jelasnya.
Menurutnya, kobaran api cukup besar membuat proses pemadaman berlangsung hingga lebih dari satu jam. "Alhamdulillah, petugas berhasil menjinakkan api sekitar pukul 00.15 WIB," lanjut dia.
2. Toko dalam kondisi kosong

Berdasarkan keterangan pemilik Iqbal (56), Rully melanjutkan, toko dalam kondisi kosong saat kebakaran terjadi. Bangunan tersebut memang kerap ditinggalkan pemiliknya pada malam hari.
“Korban nihil, karena saat kejadian toko dalam keadaan kosong dan api berhasil dipadamkan sebelum meluas ke bangunan lain,” kata Rully.
3. Penyebab masih diselidiki

Terkait penyebab kebakaran, pihak Damkarmat Lampung Selatan menyebut masih dalam tahap penyelidikan di kepolisian. Namun, kerugian akibat insiden ini diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta.
Atas insiden tersebut, ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan yang ditinggalkan dalam kondisi kosong.
"Tetap selalu waspada potensi kebakaran yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Kami juga minta warga bisa cepat melapor saat ada peristiwa semacam ini," imbuh Rully.


















