Februari 2026 Pergerakan Transportasi Lampung Turun, Dipicu Apa?

- BPS Lampung mencatat penurunan signifikan pergerakan penumpang dan barang di hampir semua moda transportasi pada Februari 2026 dibanding Januari 2026.
- Jumlah penumpang kereta api, kapal ferry, dan pesawat menurun tajam, menunjukkan perlambatan mobilitas masyarakat di berbagai jalur transportasi.
- Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Panjang ikut melambat, menandakan arus distribusi logistik di Lampung mengalami pelemahan pada awal tahun 2026.
Bandar Lampung, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung mencatat adanya penurunan pergerakan penumpang dan barang di Provinsi Lampung sepanjang Februari 2026. Tren ini terlihat hampir di seluruh moda transportasi, mulai dari kereta api, kapal ferry, hingga pesawat.
Dibandingkan Januari 2026, angka penurunan tercatat cukup signifikan di beberapa sektor. Itu mencerminkan melemahnya mobilitas masyarakat dan distribusi logistik pada periode tersebut.
Penurunan ini tidak hanya terjadi pada jumlah penumpang, tetapi juga aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan. Kondisi ini menjadi gambaran umum dinamika transportasi di Lampung sempat mengalami perlambatan pada awal tahun 2026.
1. Penumpang kereta api dan ferry menurun cukup signifikan

Jumlah penumpang kereta api yang berangkat dari Stasiun Kereta Api Tanjung Karang Lampung Februari 2026 tercatat sebanyak 74.979 orang. Angka ini turun sebesar 15,43 persen dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 88.660 orang.
Penurunan juga terjadi pada moda transportasi laut. Jumlah penumpang kapal ferry yang berangkat melalui Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni Lampung pada Februari 2026 sebanyak 33.224 orang. Angka tersebut mengalami penurunan cukup dalam, yakni sebesar 32,59 persen dibandingkan Januari 2026 yang tercatat sebanyak 49.288 orang.
Kondisi ini menunjukkan mobilitas masyarakat melalui jalur darat dan laut mengalami perlambatan secara bersamaan pada Februari 2026.
2. Aktivitas bongkar muat di pelabuhan panjang ikut melambat

Tidak hanya pergerakan penumpang, aktivitas logistik di Pelabuhan Panjang juga mengalami penurunan. Pada Februari 2026, jumlah barang yang dimuat tercatat sebanyak 2.414.253 ton, turun sebesar 3,08 persen dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 2.490.858 ton.
Sementara itu, barang dibongkar pada Februari 2026 tercatat sebanyak 980.847 ton. Angka ini mengalami penurunan lebih besar, yakni sebesar 13,16 persen dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 1.129.502 ton.
Penurunan ini mencerminkan adanya perlambatan arus distribusi barang, baik keluar maupun masuk melalui pelabuhan utama di Lampung.
3. Jumlah penumpang pesawat di Bandara Radin Inten II juga turun

Tren penurunan juga terjadi pada transportasi udara. Jumlah penumpang pesawat berangkat dari Bandara Radin Inten II pada Februari 2026 tercatat hanya sekitar 44.144 orang, turun sebesar 20,02 persen dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 55.192 orang.
Sementara itu, jumlah penumpang datang di Bandara Radin Inten II pada Februari 2026 sebanyak 45.002 orang. Angka ini juga mengalami penurunan sebesar 12,93 persen dibandingkan Januari 2026 yang tercatat sebanyak 51.687 orang.
Penurunan pada sektor transportasi udara ini melengkapi tren melemahnya mobilitas di berbagai moda transportasi di Lampung sepanjang Februari 2026.



















