Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tim Internasional Tinjau TN Way Kambas, Target Jadi Percontohan Dunia

Kab. Lampung Timur
Tim Internasional Tinjau TN Way Kambas, Target Jadi Percontohan Dunia
Tim Elephant Nature Park (ENP) Thailand dan Wilderness melakukan peninjauan di TN Way Kambas, Lampung Timur. (IDN Times/Istimewa).
  • Tim Elephant Nature Park Thailand dan Wilderness meninjau pembangunan TN Way Kambas bersama pihak terkait untuk memantau progres, mengidentifikasi kendala, dan mengevaluasi langkah percepatan.
  • Transformasi Way Kambas mencakup fasilitas layak bagi gajah, air bersih, mitigasi konflik manusia-satwa, serta sarana ramah lingkungan dan edukasi, tanpa mengabaikan ekosistem.
  • Pengembangan kawasan ditargetkan menjadi rujukan konservasi gajah Sumatra dunia, sambil menjaga habitat, mendorong pariwisata, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat desa penyangga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lampung Timur, IDN Times - Upaya menjadikan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur sebagai kawasan percontohan konservasi gajah Sumatra di tingkat dunia mulai memasuki tahap percepatan. Tim Elephant Nature Park (ENP) Thailand dan Wilderness meninjau langsung perkembangan pembangunan sarana dan prasarana di kawasan tersebut.

Peninjauan dilakukan bersama Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di TN Way Kambas, Brigjen TNI Sriyanto, Sabtu (15/8/2026).

Kehadiran tim internasional tersebut menjadi bagian dari monitoring sekaligus evaluasi untuk memastikan pembangunan di kawasan konservasi berjalan sesuai target tanpa mengesampingkan kelestarian lingkungan dan habitat gajah.

  1. 1. Tim Thailand dan Wilderness turun langsung ke lapangan

    IMG-20260816-WA0000.jpg
    Tim Elephant Nature Park (ENP) Thailand dan Wilderness melakukan peninjauan di TN Way Kambas, Lampung Timur. (IDN Times/Istimewa).

    Tim ENP Thailand mengikuti peninjauan terdiri dari Ahmad Munawir, Saengduean Chailert, Warattada Pattarodom, Jason Aaron Jackson, Thipsuda Masith, dan Amnat Arthan. Sementara Tim Wilderness merupakan bagian dari PT Living Landscapes Indonesia terdiri dari Presiden Direktur Keren Brooks bersama Madina Firdaus, Nick Stone, Ingrid, dan Robert.

    Mereka menelusuri sejumlah bagian kawasan untuk melihat langsung progres pembangunan, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan dan potensi kendala teknis yang dapat menghambat pekerjaan.

    Sriyanto mengatakan, monitoring secara berkelanjutan diperlukan agar pembangunan tetap berada pada jalur yang telah ditetapkan.

    "Monitoring dan koordinasi secara berkelanjutan antara pihak-pihak terkait diperlukan, khususnya dalam mengantisipasi adanya hambatan yang dapat memperlambat progres pekerjaan," ujar Sriyanto.

    Menurutnya, percepatan pembangunan TNWK harus tetap memperhatikan aspek pengamanan, kelestarian lingkungan, ekosistem kawasan konservasi, hingga kondisi sosial masyarakat sekitar.

    "Percepatan pembangunan di kawasan TNWK perlu tetap dilaksanakan dengan memperhatikan aspek pengamanan, kelestarian lingkungan dan ekosistem kawasan konservasi serta kondisi sosial masyarakat sekitar," katanya.

  2. 2. Bukan sekadar bangun infrastruktur

    IMG-20260816-WA0003.jpg
    Tim Elephant Nature Park (ENP) Thailand dan Wilderness melakukan peninjauan di TN Way Kambas, Lampung Timur. (IDN Times/Istimewa).

    Transformasi TNWK tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik. Konsep New Look TNWK membawa semangat "TNWK adalah Kita" dengan menempatkan konservasi, kenyamanan satwa, keamanan, dan keterlibatan masyarakat sebagai bagian dari pengembangan kawasan.

    Sejumlah fasilitas disiapkan antara lain sarana air bersih dan tempat tinggal yang lebih layak bagi gajah Sumatra. Sistem mitigasi juga diperkuat untuk mengantisipasi interaksi negatif antara gajah dan manusia.

    Selain itu, pembangunan diarahkan menghadirkan fasilitas ramah lingkungan, termasuk skywalk yang terintegrasi dengan menara pandang serta sarana edukasi di pos-pos pemantauan.

    "Konsep ini diharapkan membuat Way Kambas tidak hanya menjadi tempat perlindungan satwa, tetapi juga kawasan konservasi yang dapat menjadi rujukan pengelolaan gajah Sumatra," kata Sriyanto.

  3. 3. Budayawan Lampung soroti sejarah panjang Way Kambas

    IMG-20260124-WA0009.jpg
    Wisata kawasan konservasi gajah di Taman Nasional Way Kambas. (Dok. IDN Times).

    Tokoh Lampung sekaligus pegiat pariwisata dan budayawan, Anshori Djausal turut menyambut positif upaya memperkuat posisi Way Kambas sebagai kawasan konservasi berkelas dunia. Menurutnya, keberhasilan Way Kambas saat ini tidak terlepas dari perjalanan panjang konservasi di kawasan tersebut.

    "Way Kambas yang sekarang telah menjadi kawasan konservasi yang penting dengan Pusat Konservasi Badak. Konservasi gajah pertama di Indonesia tidak lepas dari keberhasilan mengubah kawasan bekas HPH menjadi kawasan konservasi sebagai taman nasional awal 80-an," ujar Anshori.

    Ia juga menyinggung upaya besar penyelamatan gajah Sumatra dari wilayah perbatasan Sumatra Selatan untuk dipindahkan ke Way Kambas pada pertengahan 1980-an melalui kegiatan yang dikenal sebagai Tata Liman. Sejarah tersebut menjadi modal penting bagi Way Kambas untuk terus dikembangkan sebagai pusat konservasi gajah.

    "Saya mendukung upaya konservasi, terlebih jika Way Kambas bisa menjadi percontohan dunia yang berada di Indonesia dalam pengembangan dan pelestarian satwa seperti gajah Sumatra," katanya.

  4. 4. Konservasi harus berdampak ke masyarakat

    IMG-20260816-WA0001.jpg
    Tim Elephant Nature Park (ENP) Thailand dan Wilderness melakukan peninjauan di TN Way Kambas, Lampung Timur. (IDN Times/Istimewa).

    Anshori menilai, penguatan konservasi tidak boleh berjalan sendiri. Pengembangan pariwisata juga perlu menjadi bagian dari strategi agar masyarakat desa penyangga mendapatkan manfaat ekonomi.

    Ia berharap, keberadaan TNWK dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat tanpa mengorbankan fungsi utama kawasan sebagai habitat satwa. "Semoga pariwisata bisa tumbuh membantu ekonomi masyarakat desa penyangga," ujarnya.

    Menurut dia, konservasi dan pariwisata justru dapat dikembangkan secara beriringan. "Jadi konservasi dan pariwisata bisa berjalan bersama. Satwanya terlindungi, masyarakat di desa penyangga juga mendapatkan manfaat ekonomi," katanya.

    Anshori berharap, penguatan konservasi ke depan mampu memastikan populasi gajah Sumatra tetap lestari sekaligus menekan konflik antara satwa dan manusia. "Gajah Sumatra terus lestari dan tidak ada lagi konflik dengan manusia," tambah Anshori.

  5. 5. Progres pembangunan terus dievaluasi

    IMG_20260816_130527.jpg
    Tim Elephant Nature Park (ENP) Thailand dan Wilderness melakukan peninjauan di TN Way Kambas, Lampung Timur. (IDN Times/Istimewa).

    Peninjauan Tim ENP Thailand dan Wilderness menjadi bagian dari rangkaian monitoring terhadap percepatan pembangunan TNWK. Sriyanto memastikan hasil peninjauan akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah berikutnya. Koordinasi antarpihak juga akan terus dilakukan untuk mengantisipasi persoalan teknis maupun hambatan di lapangan.

    Dengan transformasi tersebut, Way Kambas diharapkan tidak sekadar memiliki wajah baru, tetapi mampu menjadi contoh bagaimana konservasi gajah, perlindungan ekosistem, keamanan, pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan.

    "Kegiatan peninjauan berlangsung aman dan tertib. Selanjutnya, perkembangan pembangunan TNWK akan terus dipantau hingga kawasan tersebut siap menjalankan peran yang lebih besar sebagai pusat konservasi gajah Sumatra," imbuh jenderal TNI bintang satu tersebut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More