Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pembunuhan Pria di Lambar, Pelaku Kesal Ditagih Angsuran Utang Istri

Kab. Lampung Barat
2 min read
Pembunuhan Pria di Lambar, Pelaku Kesal Ditagih Angsuran Utang Istri
Polisi mengolah TKP pembunuhan pria di Pekon Sukaraja, Kecamatan Way Tenong, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Lampung Barat. (Dok. Polres Lambar).
  • Husni Tamrin (63) menyerahkan diri setelah Surya Zainal (54) tewas di Pekon Sukaraja, Lampung Barat, usai penagihan angsuran kredit perabotan milik istri pelaku.

  • Perselisihan terjadi ketika korban menolak tawaran pembayaran awal Rp500 ribu dan tetap menuntut angsuran dibayar saat itu, meski pelaku meminta persoalan diselesaikan secara hukum.

  • Pelaku mengambil golok lalu membacok leher korban dua kali. Setelah sempat gagal mencoba bunuh diri, ia meminta keponakannya mengantar ke pos polisi; penyidikan masih berlangsung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lampung Barat, IDN Times - Kasus pembunuhan terhadap Surya Zainal (54) di Pekon Sukaraja, Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat mulai terungkap. Pelaku kesal ditagih paksa angsuran kredit peralatan rumah tangga milik sang istri.

Pelaku Husni Tamrin (63), warga Pekon Sukaraja, Kecamatan Way Tenong diketahui telah menyerahkan diri dan kini ditahan di Mapolres Lampung Barat

"Ya, jadi peristiwa ini terjadi setelah korban datang ke rumah pelaku untuk menagih angsuran utang yang berkaitan dengan istri pelaku," ujar Kasatreskrim Polres Lampung Barat, Iptu Rudy Prawira, Rabu (7/10/2026).

  1. 1. Korban tak terima diberi Rp500 ribu

    Polisi mengolah TKP pembunuhan pria di Pekon Sukaraja, Kecamatan Way Tenong, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Lampung Barat
    Polisi mengolah TKP pembunuhan pria di Pekon Sukaraja, Kecamatan Way Tenong, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Lampung Barat. (Dok. Polres Lambar).

    Rudy menjelaskan, peristiwa berdarah tersebut bermula saat pelaku baru pulang dari wilayah Sekincau setelah menawarkan kebunnya untuk dijual, Selasa (6/10/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Setibanya di rumah, pelaku mendapati korban mengetuk pintu.

    Alhasil, Husni kemudian membuka pintu dan korban langsung menanyakan keberadaan istri pelaku. Saat itu, pelaku menyampaikan istrinya belum pulang dan korban menyampaikan bahwa istrinya masih memiliki kewajiban membayar angsuran kredit perabotan rumah tangga kepada dirinya.

    "Pelaku awalnya sempat meminta korban masuk ke dalam rumah tapi korban menolak. Pelaku kemudian menyuruh korban pulang dan menawarkan uang 500 ribu sebagai pembayaran awal," ucapnya.

  2. 2. Bacok leher korban dua kali

    Polisi mengolah TKP pembunuhan pria di Pekon Sukaraja, Kecamatan Way Tenong, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Lampung Barat
    Polisi mengolah TKP pembunuhan pria di Pekon Sukaraja, Kecamatan Way Tenong, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Lampung Barat. (Dok. Polres Lambar).

    Alih-alih menerima uang tersebut, Rudy melanjutkan, korban justru tidak bersedia hingga akhirnya mereka terlibat perdebatan terkait pembayaran angsuran tersebut. Pelaku bahkan meminta korban menyelesaikan persoalan utang melalui jalur hukum.

    Namun, korban tetap meminta agar kewajiban angsuran istrinya dibayarkan di waktu tersebut. Alhasil, situasi di lokasi kejadian memanas hingga pelaku akhirnya masuk ke dalam rumah dan mengambil sebilah golok miliknya.

    "Pelaku keluar rumah langsung menghampiri korban dan membacok bagian leher menggunakan golok tersebut. Pembacokan dilakukan sebanyak dua kali hingga korban terkapar," ungkap Rudy.

  3. 3. Pelaku sempat hendak bunuh diri

    Polisi mengolah TKP pembunuhan pria di Pekon Sukaraja, Kecamatan Way Tenong, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Lampung Barat
    Polisi mengolah TKP pembunuhan pria di Pekon Sukaraja, Kecamatan Way Tenong, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Lampung Barat. (Dok. Polres Lambar).

    Pascakorban terkapar, Rudy menambahkan, pelaku Husni meninggalkan lokasi dan berlari ke bagian belakang rumah. Saat itu, ia disebut sempat mencoba mengakhiri hidupnya dengan menggunakan seutas tali, namun upaya itu gagal karena tali terputus.

    Kemudian pelaku mendatangi rumah keponakannya bernama Asminudin dan meminta diantarkan ke Pos Pol Way Tenong untuk menyerahkan diri kepada polisi demi menjalani proses hukum lebih lanjut.

    "Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan sejumlah saksi, untuk mendalami motif serta rangkaian kejadian yang menyebabkan korban meninggal dunia," imbuh Kasatreskrim.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More